Tampilkan postingan dengan label Burung murai batu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Burung murai batu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Juni 2016

Melatih mental dan daya tempur Murai Batu untuk lomba

Sobat Burung Kicau pasti sangat menginginkan burung jagoannya moncer saat di lombakan, tampil ngotot dan mengeluarkan suara kerasnya secara bertubi-tubi tanpa kenal lelah, sungguh hal itu adalah menjadi kebanggaan bagi setiap kicaumania di manapun berada.

Banyak sekali versi beberapa cara atau berbagai treatment untuk melatih burung, namun hal terpenting yang perlu di garis bawahi dalam perawatan burung adalah kepiawaian anda dalam memahami dan mengenali karakter burung yang anda gacokan, karena antara burung satu dan lainnya memiliki karakter yang berbeda, dan jika metodenya tidak sesuai dengan karakter si burung maka hasilnya tidak akan menjadi baik justru malah sebaliknya.

Jika burung sobat masih bahan atau bakalan, baca tips berikut ini Perawatan untuk Murai batu bahan agar cepat gacor.


Dan inilah beberapa treatment untuk burung yang siap lomba:

  • Umur yang bagus untuk di lombakan.
    Usia burung adalah faktor yang sangat perlu di perhatikan sebelum menurunkan burung ke lomba, jangan keburu melombakan burung di usia muda (mabung pertama), meski burung sudah menunjukkan mental fighternya, karena di usia ini tingkat emosional burung belum stabil, dan dampak buruknya adalah burung menjadi stres mabung, kanibal, macet dan lain-lain.

    Tipikal fighter burung adalah mempertahankan daerah teritorialnya, jadi dia akan mencoba mengusir burung lain dengan suara lantangnya dengan gaya tarungnya yang khas, dan burung yang masih muda tingkat emosi dan pengalamannya masih minim jadi perlombaan dini dapat membuat burung menjadi stres. Idealnya adalah saat usia burung telah selesai mabung kedua, dan pada top performancenya adalah pada pasca mabung ketiga.
  • Menggunakan kandang Umbaran.
    Umbaran ini di perlukan untuk melatih otot-otot burung agar memiliki fisik yang kuat, menambah stamina serta nafas yang panjang, dan juga mempunyai daya tahan tubuh yang kuat sehingga burung tetap vit ketika di bawa jalan-jalan.

    Namun di sisi lain terapi umbaran ini dapat juga membuat burung terlalu agresif (nabrak ruji), kurang tenang (nagen/nancep) ketika di gantang, hal ini di karenakan burung terbiasa terbang di ruang umbaran yang luas. Jadi, sebaiknya di sesuaikan saja dengan karakter burung anda, umbaran ini sangat cocok untuk terapi burung yang terlalu jinak/manja.
  • Jemur pada waktu yang lama.
    Burung yang tidak biasa di jemur akan cepat mangap ketika di jemur sebentar, untuk itu latihlah sedikit demi sedikit, yaitu dengan menambah durasi jemurnya pada setiap hari, hal ini sangat penting karena dapat membuat tubuh dan mental burung menjadi sangat kuat. Penjemuran ini juga bisa di lakukan di tempat pengumbaran.
  • Pemberian EF (extra fooding).
    Meningkatkan jumlah pemberian jangkrik pada pagi dan sorenya, kemudian siangnya atau setelah penjemuran bisa di berikan kroto segar 2/3 hari sekali.

    Berikan juga vitamin atau suplemen yang menurutmu aman dan baik untuk kesehatan sekaligus performa burung.
  • Trek dengan burung lain.
    Ini bisa di lakukan dengan teman-teman yang mempunyai burung sejenis, yaitu dengan menempel 3 atau 4 burung untuk latihan, untuk permulaan sangkar di taruh di lantai saja dan biarkan burung yang lain berhadapan dan bertarung, akan tetapi biarkan burung mu masih dalam keadaan berkerodong, jika burung mu mulai mengeluarkan suara perlawanannya maka bukalah krodong nya dan sebaiknya posisinya agak jauh dari burung lain, lihat proses pertarungannya apabila diam saja atau kurang ngotot tutup kerodong lagi beberapa saat, dan buka krodong lagi ketika mulai menunjukkan suara perlawanan, lakukan seperti itu dan seterusnya.

    Anda juga bisa mengajaknya jalan-jalan ke latber, mungkin pertama kalinya burung akan merasa bingung dengan keadaan di area latber, gantung saja burung di pinggiran area latber agar beradaptasi dengan lingkungan.

Sabtu, 12 Maret 2016

Memilih Tangkringan yang baik untuk burung

Tangkringan merupakan suatu hal yang sangat penting dan butuh di perhatikan agar si Burung Kicau lebih nyaman dan dapat meningkatkan kinerjanya, selain berfungsi untuk tempat burung berpijak,i ni tangkringan merupakan alat yang di gunakannya untuk merawat bagian tubuhnya seperti menggosokkan paruhnya dan juga kukunya. Maka dari itu pilihlah dari bahan kayu yang permukaannya tidak terlalu halus, tetapi juga tidak terlalu kasar atau tajam. Dan untuk idealnya adalah bahan dari kayu jenis pohon asam yang sudah banyak tersedia di toko-toko burung.

Namun ada juga jenis kayu yang sudah di modifikasi permukaannya dengan bahan seperti amplas, sebaiknya tangkringan jenis ini di gunakan hanya untuk terapi burung yang kukunya terlalu panjang dan paruhnya kurang sempurna sehingga di harapkan bisa halus saat dia menggosoknya.

Untuk posisinya, dalam hal ini kita harus bisa menyesuaikan dan memilih yang pas untuk burung kita,semisal tangkringan untuk burung Murai batu:
Untuk sangkar harian sebaiknya gunakan tangkringan seperti di gambar di bawah..


Alasannya, karena ekornya yang panjang memiliki nilai eksotis tersendiri, dan gambar di atas adalah untuk menjaga ekornya agar tidak rusak, karena biasanya burung suka mepet ke jeruji sangkar saat dia tidur. kalau untuk di pake di lomba sobat bisa menggunakan gambar di bawah..


Tangkringan tunggal di maksudkan untuk burung lebih nagen atau nancep tenang di satu titik, sedangkan untuk burung yang suka main naik turun gunakan 2 tangkringan.

Untuk burung lain seperti Kacer, Cucak ijo, Kenari, Cendet,  dan lainnya. bisa di lihat dari karakter burung saat bertarung, jika mainnya tenang sebaiknya pakai tangkringan tunggal agar semakin nancep. dan jika burung bermain naik turun bisa di gunakan seperti di bawah..

Dan untuk menghindari kebisasaan buruk dari burung yang suka salto bisa di gunakan 3 tangkringan seperti di bawah..



Rabu, 09 Maret 2016

Terapi ranjau membuat burung nancep saat gantang

Tak hanya manusia saja yang mempunyai kebiasaan yang tak dapat membuat nyaman mata orang yang memandangnya, di dalam dunia kicau pun juga banyak beberapa burung yang memiliki kebiasaan buruk, yang bahkan hal itu di lakukan pada saat di gantangkan atau di lombakan, tentu hal ini membuat rasa kecewa pada sang empunya..

Di antaranya adalah burung yang sering salto atau terlalu atraktif, namun hal ini pernah kita mengulas tentang cara mengatasinya di Penanganan burung yang suka salto, ada juga burung yang kurang maksimal dalam kicauannya, ada juga burung yang sudah bagus kicaunnya akan tetapi si burung bermain di bawah (lantai sangkar), sehingga hal-hal semacam ini akan mengurangi nilai dalam penjuriannya.

Dan pada kesempatan kali ini klubkicau.com akan memberikan trik untuk mengatasi burung yang suka bermain di lantai sangkar, yaitu dengan memasang dua tangkringan menyilang, membasahi tangkringan dan yang paling efektif adalah dengan memberikan ranjau atau atribut yang membuat si burung enggan untuk turun tangkringan atau yang sering di sebut dengan ngepel, nyapu, ngelantai dan sebagainya, dan biasanya burung yang sering melakukannya adalah burung Kacer, Lovebird, Murai batu, Kenari, Pentet dan lainnya juga.


Trik memakai ranjau

Nah, untuk membuat ranjau ini sobat bisa menaruh beberapa bola kecil yang berwarna-warni, bisa juga dengan kelereng karena sifatnya yang bulat akan membuat burung terpleset saat kakinya menginjaknya sehingga dia akan ogah untuk turun.

Ada juga yang menggunakan rumput sintetis seperti rumput aksesoris akuarium dan rumput futsal, atau juga bisa dengan memberikan jaring yang terbuat dari anyaman karet atau pentil untuk menjaga keselamatan si burung.

Atau sobat bisa juga dengan menggunakan atribut lain seperti kain, daun atau apalah menurut ide sobat sendiri dan juga yang cocok untuk membuat jagoan anda turun, akan tetapi hal yang perlu di perhatikan adalah pasanglah ranjau ini di hari-hari sebelum burung di lombakan, karena hal ini akan membuat burung terbiasa dengan keberadaan ranjau itu dan enggan untuk turun.


Sobat tak perlu ragu untuk membawa ranjau seperti itu jika hal itu dapat membuat burung menjadi full performa di lapangan, karena para senior juga sering melakukannya dan hal ini masih sah-sah saja atau di perbolehkan oleh mayoritas juri di setiap event.

Selasa, 04 Agustus 2015

Perawatan murai batu agar ekor nya tumbuh panjang

Burung Murai batu sudah sangat terkenal karena ocehannya yang sangat variatif dan juga gaya tarungnya yang sangat menarik sehingga banyak di minati oleh Burung kicau mania di seluruh nusantara, selain itu burung ini juga memiliki visual yang cantik pula, karena memiliki ekor yang menjuntai panjang.

Bahkan ada di negara Thailand kontes burung MB, akan tetapi yang di nilai bukanlah ocehan dari kicauannya, melainkan keindahan ekornya.

Sebenarnya panjang pendeknya nya ekor burung MB ini tergantung dari faktor ras dan genetiknya, kalau di nusantara ini yang memiliki ekor panjang ini adalah Medan dan Aceh, akan tetapi tergantung juga dari indukannya berekor panjang apa pendek, selain itu perawatan juga sangat berpengaruh pada ekor MB ini.

Setelah burung melewati masa mabung (ganti bulu) maka selanjutnya adalah proses dorong ekor yaitu dimana ekor mengalami proses pertumbuhan.Nah, di sinilah kita harus memberikan perawatan yang tepat agar ekor MB dapat tumbuh dengan panjang, rapi dan indah. Sebenarnya cara perawatannya tidak jauh beda dengan Perawatan burung yang sedang Mabung.

Tips perawatan dorong ekor, agar ekor MB tumbuh panjang dan cantik:
  • Tambanhkan untuk porsi Ef nya.
    -Jangkrik bisa di berikan 6-9 ekor tiap pagi dan sore.
    -Siangnya bisa di berikan Kroto segar 1 cepuk kecil, hal ini bisa di lakukan tiap 2-3 hari sekali.
    Karena Ef ini mengandung banyak gizi dan protein bagi burung sehingga dapat mempercepat pertumbuhannya.
  • Sebaiknya burung tetap di kerodong dan di jauhkan dari burung fighter lainnya, meskipun tinggal dorong ekor, hal ini agar burung tetap tenang dan aman, apalagi untuk burung yang belum jinak. Hal ini tentunya untuk menghindari kerusakan pada ekor seperti nyerit, patah dan sebagainya.
  • Tetap lakukan proses pemasteran.
  • Mandikan 3 hari sekali, dengan cara keramba.
  • Bersihkan pula kandang dari segala kotoran agar tetap steril dan mencegah datangnya kuman, parasit atau pun kutu yang bisa menyerang bulu barunya.
  • Penjemuran sebaiknya di lakukan di pagi hari antara jam 7-8, dan cukup di lakukan selama 15 menit, jangan lama-lama, karena bulu burung masih baru dan terlalu sensitif pada suhu panas, akibatnya bulu bisa bengkok dan rusak.

Selasa, 01 Juli 2014

Burung Murai air yang layak di jadikan masteran

Burung yang memiliki nama latin Heteropahasia Picaoides ini adalah burung dari keluarga Leiothrichidae yang berasal dari selatan dan timur asia yang penyebarannya berada di negara Indonesia, China, Malaysia, Laos, Bhutan, Thailand, vietnam dan myanmar.

Burung Murai air atau dalam bahasa inggris di sebut dengan Long Tailed Sibia ini juga mempunyai sebutan antara lain Murai besi, Murai air mancur, Murai laut dan lain-lain. Burung ini hidupnya di hutan Tropis dan Sub tropis.

Di Indonesia sendiri, burung ini paling banyak tersebar di pulau Sumatra, burung ini memiliki karakter suara ngeroll / nembak yang lumayan tajam, lantang dan speednya sangat rapat, dan hampir mirip dengan suara burung Cillin, sehingga burung ini sangat layak untuk di jadikan burung masteran, untuk suara dari burung jantan dan betina memiliki karakter suara yang hampir sama.


Ciri fisik dari burung ini bentuknya hampir sama seperti burung Murai batu yang sobat Burung kicau kenal, akan tetapi warna pada bulunya berbeda, yaitu burung ini hampir seluruh tubuh berwarna hitam kusam ke abu-abuan dan memiliki variasi warna putih di sayap dan ekornya.



Layaknya burung Murai batu, Kacer, Tledekan dan lainnya, burung ini juga jenis burung pemakan serangga seperti belalang, jangkrik, larva / telur semut, ulat dan lain-lain.

Sobat burung kicau bisa lihat videonya di sini..


Jumat, 18 April 2014

Perawatan tepat agar burung Murai batu bahan cepat gacor

Untuk sobat Burung kicau yang ingin memelihara burung MB (murai batu)? atau sobat memang sudah memilikinya... khususnya burung murai batu yang masih bahan (bakalan), kenapa sobat membeli burung yang masih bahan?pasti yang menjadi alasannya adalah karena harga burung bakalan lebih terjangkau dari pada burung yang sudah jadi.Biasanya burung MH belum mau makan voer, inilah cara melatih burung makan voer.

Baiklah.. kali ini saya akan mengulas tentang bagaimana cara perawatan agar burung murai cepat berkicau dan gacor.Untuk pertama-tama adalah menjinakkan atau membuat burung murai batu bahan menjadi lebih tenang dan tidak giras (kelabakan).Caranya bisa anda lihat di sini Cara menjinakkan burung MH.



Sebelumnya harus di ketahui terlebih dulu jenis kelamin burung yang mau di rawat,pastikan burung anda berkelamin jantan,karena burung jantan lebih rajin berkicau dan gacor.Nah, untuk membedakan antara burung jantan dan betina sobat bisa lihat di sini Membedakan murai batu jantan dan betina.

Berikutnya adalah metode perawatan harian:
  • Memberikan Ef (extra fooding) seperti kroto, jangkrik, belalang dan lain-lain pada burung.Pilihlah sesuai kesukaannya, karena makanan yang di sukainya dapat meningkatkan gairah dan memancingnya untuk berkicau.Istilah para sobat Burung kicau menyebutnya dengan Setelan. Carilah setelan yang pas untuk burung anda.
  • Gantang di dekat burung masteran, sebaiknya untuk burung yang masih bahan di berikan burung master kecil yang gacor seperti  Kenari, Lovebird, Ciblek, dan lain-lain, tujuannya selain sebagai materi isian murai batu nantinya, juga untuk memancing Murai batu agar mengeluarkan kicauannya karena merasa terusik dengan suara burung-burung master kecil tadi (menyentornya).
  • Mengecasnya dengan MB betina, di alam habitatnya burung MB jantan selalu di temani MB betina, layaknya manusia remaja khususnya laki-laki jika melihat wanita cantik, pasti akan mencoba untuk tampil keren atau cari perhatian.. Nah, Mb betina ini sebagai media untuk memancing gairah mb jantan anda agar mengeluarkan kicauannya yang merdu dan indah...

Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan.Selamat mencoba.. tetap sabar, tulus dan semangat merawat murai batunya... 

Kamis, 17 April 2014

Membedakan burung Murai batu jantan dan betina dengan mudah

Dalam memelihara burung,entah sekedar hoby ataupun untuk membudidayakannya.Tentu hal yang terpenting adalah mengetahui jenis kelaminnya terlebih dahulu,dan kali ini saya akan mengulas tentang cara membedakan jenis kelamin (sexing) pada burung Murai batu.

Bagi sobat Burung kicau yang sudah lama menggemari burung berkicau khususnya Murai batu pasti sangat mudah dalam membedakan antara yang jantan dan yang betina,Namun lain ceritanya jika anda masih pemula,tentu cukup sulit untuk membedakannya.

Padahal burung Murai batu ini sangatlah mudah untuk membedakannya,karena burung ini bukanlah jenis burung monomorpic seperti halnya burung Love bird, Anis, atau burung lainnya yang memiliki fisik hampir sama antara jantan dan betina.


Berikut ini adalah perbedaan burung Murai batu jantan dan betina.
Cara membedakannya ciri-cirinya cukup mudah seperti anda membedakan burung Kacer.
Perbedaannya Yaitu:

Burung Jantan:

  • Bulu hitam pada tubuh, sekitar kepala dan lehernya mempunyai warna hitam yang mengkilap, tegas dan ada yang kebiru-biruan.
  • Memiliki tubuh yang tinggi, gagah dan agak besar.
  • Bentuk kepalanya ceper, dan lehernya ramping panjang.
  • Ekornya pun lebih panjang.
  • Kakinya lebih panjang dan sisiknya agak kasar.


Burung Betina:

  • Bulu hitam pada tubuhnya warnanya agak kusam, tidak mengkilap dan seperti ke abu-abuan.
  • Tubuhnya agak pendek, terlihat bulat dan seperti menundunduk.
  • Bentuk kepalanya agak bulat, dan lehernya pendek dan tebal.
  • Ekornya lebih pendek.
  • Kakinya pun lebih pendek dan sisiknya agak halus.




Cukup sulit untuk membedakan jantan dan betina burung murai batu yang masih trotol,namun semoga ini membantu...

Untuk burung trotol jantan:


  • Di sekitar bawah leher atau dada pada trotol berwarna hitam dengan paduan bintik-bintik tipis yang berwarna cokelat.
  • Dan warna hitam di dadanya berbentuk garis-garis yang sejajar.


Untuk burung trotol betina:

  • Di sekitar leher dan dadanya berwarna hitam kusam atau agak ke abu-abuan, dengan paduan cokelat yang lebih tebal dan agak  putih.
  • Warna hitam di dadanya sedikit dan tak beraturan.



Selasa, 25 Maret 2014

Mengenal Karakter dan ciri-ciri Burung Murai batu Medan

Jenis burung Murai batu Medan adalah burung Murai batu yang paling di gemari para penghobi Burung kicau di tanah air,karena memiliki fisik,suara,karakter dan gaya tarung yang lebih unggul dari pada burung Mb dari daerah lainnya.

Banyak orang mengira kalo burung MB medan ini berasal dari kota medan,padahal di kota medan sendiri tidak ada habitat burung yang berekor panjang ini.Sebenarnya burung ini berasal dari wilayah Sumatra utara daerah Bahorok,Bukit lawang,gunung leuser hingga sampai ke wilayah Aceh,namun mereka di tampung di kota medan sebelum di pasarkan ke kota-kota lain,pulau jawa,bali,kalimantan dan sekitarnya.

Burung  murai batu jenis medan harganya paling tinggi di bandingkan jenis lainnya,sehingga burung ini banyak di buru dan hingga saat ini MB medan sudah amat jarang di temui dan terbilang langka di habitat aslinya.Maka tak jarang banyak peternak murai batu ini menyilangkan murai batu medan dengan jenis lainnya dengan alasan untuk mendapatkan anakan maurai batu yang bagus.berdasarkan jenis yang beredar di pasaran adalah berasal dari pasaman,aceh,sabang,padang sidempuan hingga malaysia dan lain-lain.


Karakter Murai Batu medan:

Dengan body yang ramping dan memanjang burung Murai batu Medan ini saat bertemu musuh akan berdiri dengan tegap gagah tanpa gembung di perut dan dada,yang sering di istilahkan oleh MB mania dengan sebutan Ndegek,seperti burung kacer yang sedang ngobra.Dengan ekornya yang panjang,burung Mb medan ini berkicau dengan memainkan ekornya yang di sebut oleh para Mb mania  dengan istilah Ngeplay.Gaya tarung Murai batu medan ini sangat exotis dan sedap di pandang mata.



Ciri-ciri Murai ekor Medan:

  • Postur tubuh burung Murai batu jenis medan ini bentuknya ideal,ramping,panjang seperti atletis.
  • Warna hitam pada tubuhnya mengkilap kadang seperti ke biru-biruan.
  • Ekornya tipis dan lentur,panjangnya bisa mencapai 19 cm hingga 26 cm dan yang banyak di sukai para Mb lovers adalah ekor melengkung.
  • Motif ekor pada ke empat pasang ekor putihnya ada belahan dengan warna hitam tegas secara horisontal,yang membentuk seperti huruf U ada juga V dan ada juga seperti huruf W.
  • Warna kaki relatif tergantung asal habitatnya,namun banyak yang mempercayai kalo kaki hitam mentalnya lebih bagus,tetapi kebenarannya adalah tergantung dari karakter burung itu sendiri.
Ekor membelah secara horizontal




Minggu, 23 Maret 2014

Penanganan burung Murai batu yang ngebatman,manja atau ngelowo

Burung Murai batu semakin hari semakin banyak penggemarnya,Namun Sangat di sayangkan apabila burung yang kita rawat mempunyai kebiasaan yang buruk dan tidak dapat tampil dengan performa yang bagus.

Salah satu kebiasaan burung yang cukup membuat pemiliknya jengkel,yaitu burung Murai batu yang manja dengan  membuka dua sayapnya dengan mengeluarkan suara kecil atau bahkan tidak berkicau sama sekali dan turun ke bawah sangkar.Hal ini akan mengurangi nilai pada saat lomba.

Sobat Burung kicau pasti ingin burung yang mereka andalkan menjadi juara di lapangan,setidak-tidaknya dapat bermain maksimal dan bisa memuaskan pemiliknya.Namun jika hal seperti ngelowo atau ngebatman terjadi,maka sang pemilik akan merasa kecewa dan bahkan akan merasa malu jika burung jagoannya melakukan kebiasaan buruk itu.

Adapun beberapa masalah yang membuat burung MB (Murai Batu) ngebatman atau ngelowo di sebabkan adanya faktor:
  1. Bisa di karenakan burung MB terlampau manja.
  2. Burung yang mabungnya tidak sempurna.
  3. Belum tuntas mabung atau masih dorong ekor.
  4. Mental belum kuat atau kurang baik.
  5. terlalu OB (Over Birahi).


Penanganannya MB yang ngelowo ataupun ngebatman:
  1. Sebaiknya burung di asingkan atau di full kerodong.
  2. Sering-sering di umbar di tempat yang luas.
  3. Jangan pernah memberikan Ef atau pakan dengan cara meloloh atau lewat tangan secara langsung.
  4. Jangan memaksakan MB yang kondisinya belum siap untuk di trek.Misalnya masih muda,belum tuntas mabung,masih dorong ekor,tidak fit atau sakit dan sebagainya.
  5. Untuk burung yang OB (Over Birahi) bisa kurangi Ef nya dan di setting ulang pemberian Ef nya.Mandi di buat sering,kalo perlu bisa di therapy mandi malam.




Jumat, 14 Maret 2014

Ragam Murai batu Blacktail (Si ekor hitam)

Burung murai batu yang berekor hitam ini mempunyai nama latin Black tailed shama.Banyak kicau mania yang menganggap murai jenis ini semuanya berasal dari pulau nias yang ber propinsi di sumatra utara.Namun sebenarnya banyak di jumpai burung yang seperti ini di wilayah kepulauan mentawai,sumatra barat dan bahkan mencapai beberapa pulau-pulau kecil di daerah aceh.

Dulu burung jenis ini pamornya kalah dengan murai ekor putih lainnya asal sumatra.Namun seiring berjalannya waktu banyak burung dari jenis ini yang mampu menjuarai perlombaan murai batu hingga di tingkat nasional.Diantaranya MB blacktail yang mampu menyabet gelar juara adalah MB Natalia milik Gunawan dari solo,Monster miliknya Erik dari cilacap,dan Gudang peluru milik Yopie dari Purbalingga..
Sejak saat itulah Murai batu BT (BlackTail) mulai naik daun dan harganya pun naik drastis.padahal dulunya burung ini di pandang sebelah mata.

Dan banyak sobat Burung kicau yang memilih burung jenis ini karena harganya masih terjangkau dan cara aman agar tidak terkecoh oleh murai batu ekor putih dari kalimantan,

Berikut adalah macam-macam Murai batu Blacktail:


  • 1.Murai batu Nias.
    Habitat burung ini berada di sumatra utara,khususnya di kepulauan Nias.
    Ekornya terbilang cukup panjang yakni antara 20-26 cm.
    Burung jenis ini ekor keseluruhan warnanya hitam tanpa balak.



      • 2.Murai batu pagai (Mentawai).
        Murai jenis ini karakterisitik nya sama dengan Mb Nias,di pekirakan Mb jenis ini adalah mb nias yang di bawa nelayan ke kepulauan  mentawai.atau mungkin sebaliknya.


        • 3. Murai batu Sinabang (Simeleu).
          Untuk murai jenis ini ukurannya lebih kecil dari murai nias,ekornya pun lebih pendek.
          Keseluruhan warna ekornya hitam polos, tetapi ada juga sebagian dari jenis yang mempunyai noktah putih sedikit di ujung ekornya (balak tipis).



        • 4. Murai batu Lasia
          habitatnya berada di daerah pulau Lasia,Aceh.sebuah pulau yang berada di tenggara dari pulau Simeleu. Postur fisiknya seperti murai Sinabang,namun Ukuran Mb Lasia sedikit lebih besar.
          Ekornya juga lebih panjang seperti ekor Mb nias.Tetapi ada noktah putih di ujung ekornya(balak).



        • 4. Murai batu Lampuyang. 
          Burung jenis ini berasal di pulau breuh, daerah lampuyang, Aceh. Mb ini lain dari jenis yang lain yaitu ekornya 3 pasang hitam polos dan 3 pasang lainnya sebetulnya juga hitam polos, namun ada noktah putih yang agak tebal,sekitar 1cm lebih.dan Mb ini sering kali di sebut dengan Balak 6.



        • 5. Murai batu Sabang. 
          Murai jenis ini postur tubuh dan pola ekornya sama dengan jenis lampuyang, akan tetapi panjang ekor dari jenis sabang ini lebih panjang. Dan murai dari jenis ini sudah jarang di temukan alias langka. Jika anda punya Mb jenis ini sebaiknya di budidayakan agar populasi dari murai ini tidak punah.


        Kamis, 13 Maret 2014

        Murai batu Borneo (Si gembung dari Kalimantan)

        Burung yang satu ini pamornya kalah dengan sepupunya yang berasal dari kepulauan sumatra.ini mungkin karena ukuran ekor dan gaya tarung dari burung ini berbeda dari sodaranya yang ada di sumatra.dan harganya pun terpaut jauh.

        Maka tak jarang para pedagang yang tak jujur,mengatakan burung MB (murai batu) nya ini dari sumatra padahal berasal dari kalimantan.dan korbannya pun tidak sedikit,khususnya para sobat Burung kicau yang belum begitu paham lebih jauh tentang burung ini. Makanya saya amat tertarik untuk mengulas burung ini...


        Murai batu borneo ini ada 3 jenis:


        1. Murai batu banjar

        Burung ini mempunyai  sifat fighter yang cukup tinggi,sehingga banyak para mb mania melombakan burung ini,khususnya di daerah kalimantan.
        Gaya tarung mb ini seluruh bulu dada dan perutnya mengembang hingga nyampai batas lehernya,sekilas akan mirip seperti bola
        Body relatif ada yang besar,sedang dan kecil.Dengan panjang ekor antara 10-14 cm.
        Warna pada dada pun relatif,ada yang coklat muda ada juga coklat tua.
        Warna kaki juga relatif.ada yang hitam,coklat,putih dan merah.
        Ekor putihnya ada semburat hitam membelah
         
        2.Murai batu Palangka

        Burung ini postur fisiknya sangat mirip dengan murai batu jambi/lampung.karena itulah burung ini ramai di tangkap para pemikat dan di kirim ke pulau jawa dan kota lampung.dan gaya tarungnya tidak seperti banjar mengembang bulat.Tetapi sedikit mengembang pada bulu perut saja dan sedikit di dada.Burung inilah yang sering di katakan sebagai burung murai batu lampung dan jambi oleh pedagang yang nakal.
        Bentuk fisiknya pun bermacam-macam.
        postur body agak memanjang dan berukuran sedang.
        panjang ekornya sekitar 14-18 cm
        Warna bulu dada coklat tua dan coklat muda,relatif.
        Warna kaki merah,hitam,putih,coklat.relatif.
        Perutnya gembung tapi tak separah Mb Banjar

        3.Murai batu mahkota

        Karena memiliki warna putih pada kepalanya burung ini di sebut dengan nama mahkota.
        gaya tarung burung ini seperti banjar yakni mengembang seperi bola.
        Body pun relatif ada yang besar,kecil dan sedang.
        Panjang ekor antara 8-14 cm
        Warna bulu di dada pun relatif dari coklat muda hingga coklat tua.
        Warna kakinya pun relatif ada hitam,coklat,merah,putih
        Ekornya pun ada semburat hitam



        Motif pola ekor Murai batu kalimantan:

        Ekor dari burung jenis ini mempunya 4 pasang bulu putih dan 2 pasang bulu hitam.namun motif ekor murai borneo ini bermacam-macam jenisnya ada yang seperti lampung dan jambi.

        1.bulu putih 4 pasang dengan putih polos.

        2.Bulu putih terpanjang ada warna hitam membelah.


        3.ada warna hitam di pangkal 4 pasang bulu putihnya.


        4.ada juga yang mmempunyai ekor blacktail atau ekor hitam semua.


        Memang tidak mudah untuk membedakan murai batu sumatra dan kalimantan,hingga hal ini mengundang kontroversi.Namun agar bisa mudah untuk mendeteksi lebih akurat tentang perbedaan burung murai batu sumatra dan borneo adalah dengan cara melihat gaya tarungnya,jika mengembangkan bulu maka itu adalah burung murai kalimantan dan murai batu dari sumatra mau ngeplay dan tidak akan mengembangkan bulunya.

        Burung yang eksotis Murai batu (White rumped shama)

        Burung murai batu ini tak pernah turun pamornya,burung fighter yang mempunyai nama latin Copychus malabaricus atau si ekor panjang  ini selalu menjadi burung favorit para kicau mania.Kicauannya yang bervariasi dan merdu mampu menggetarkan dada.Dan juga ekornya yang panjang terurai membuat burung ini enak sekali di pandang mata.Maka tak heran burung ini di bandrol dengan harga yang cukup tinggi..

        Burung ini mempunyai karakter yang berbeda-beda dari masing-masing daerah asalnya.khususnya di indonesia tersebar di bagian sumatra,kalimantan dan jawa.meski karakter daerah asal berbeda,namun burung murai batu ini mempunyai bulu warna dan bentuk fisik yang hampir sama.Sehingga penuh kontroversi  untuk membedakan asal daerah burung di pasaran.Karena burung dari daerah masing-masing mempunyai sesilih harga yang cukup tinggi.Sehingga tak sedikit pedagang yang memanfaatkan  kecurangan ini.

        Berikut sekilas murai batu yang ada di indonesia ini:

        1.Murai batu medan.
        daerah penyebarannya sampai ke bahorok,bukit lawang,hinggga kaki gunung leuser di wilayah sumatra utara. panjang ekor mencapai 26-30 cm.
        murai ini adalah jenis yang paling unggul di kelasnya,karena selain posturnya yang paling ideal,ekornya yang panjang juga gaya tarungnya yang mengesankan dengan memainkan ekornya atau di kenal dengan istilah ngeplay.Suaranya yang sangat kristal dan mampu menampung isian banyak sehingga mempunyai variasi lagu yang panjang dan keras.


         











        2.Murai batu Aceh
        Penyebarannya di daerah kaki gunung leuser,sabang,lampuyang dan sekitarnya.panjang ekor sekitar 24-30 cm.
        burung ini memiliki postur,gaya tarung dan kemampuan yang hampir sama dengan medan,mungkin karna daerah penyebarannya yang berdekatan dengan medan.














        3.Murai batu Nias.
        daerah penyebarannya di kepulauan nias,mentawai,sinabang dan sekitarnya.panjang ekor bervariasi ada yang pendak ada juga yang panjang 16-25cm.di sebut juga Blacktaill karena ekornya yang hitam polos,namun ada juga yang keluar putih-putih tipis di ujung ekor hitamnya hal ini oleh para kicau lovers menyebutnya dengan sebutan balak.kemampuan burung ini sama seperti yang dari aceh.











        4.Murai batu Jambi
        Penyebaranya di wilayah sumatera utara,bengkulu.Panjang ekor 16-24cm.
        Kemampuan kicau hampir sama dengan murai medan.










        5.Murai batu Lampung.
        wilayah penyebarannya di sekitar krakatau.panjang ekor 14-20 cm.
        karakter hampir sama dengan jambi namun ekor burung ini lebih pendek dan ukuran tubuhnya lebih kecil.














        6.Murai batu Banjar (kalimantan)
        tersebar di daerah kalimantan timur dan kalimantan selatan.panjang ekor  10-12 cm.
        Ekornya pendek dan tubuhnya lebih besar di banding murai lainnya.
        mempunyai suara kicau yang keras,tetapi ngeban (di ulang-ngulang) dan nafasnya tidak se bagus murai dari sumatra.gaya tarungnya gembung kaya bola.













        7.Murai baru Palangka (kalimantan)
        Tersebar di wilayah kalimantan tengah dan kalimantan barat.Panjang ekor 14-18 cm
        memiliki postur seperti murai jambi,ekornya cukup lumayan panjang dan semakin melebar atau agak mekar.namun mempunyai gaya tarung semi (gembung tapi tak se parah banjar).











        8.Murai batu mahkota (kalimantan)
        penyebaranya di area kalimantan barat,kalimantan utara(malaysia).Panjang ekor 10-12 cm
        murai ini seperti sepupunya yang dari banjar namun ada ciri khas nya yaitu di kepalanya ada warna putih,sehingga di juluki murai mahkota.




        9.Larwo (murai batu jawa)
        dari jawa tengah,jawa timur dan jawa barat.Panjang ekor 8-10 cm.
        Ukuran tubuhnya lebih kecil di bandingkan dengan murai lainnya.namun keberadaanya sekarang ini sudah amat sangat jarang di temukan.mungkin burung ini sudah punah.