Selasa, 21 Juni 2016

Melatih mental dan daya tempur Murai Batu untuk lomba

Sobat Burung Kicau pasti sangat menginginkan burung jagoannya moncer saat di lombakan, tampil ngotot dan mengeluarkan suara kerasnya secara bertubi-tubi tanpa kenal lelah, sungguh hal itu adalah menjadi kebanggaan bagi setiap kicaumania di manapun berada.

Banyak sekali versi beberapa cara atau berbagai treatment untuk melatih burung, namun hal terpenting yang perlu di garis bawahi dalam perawatan burung adalah kepiawaian anda dalam memahami dan mengenali karakter burung yang anda gacokan, karena antara burung satu dan lainnya memiliki karakter yang berbeda, dan jika metodenya tidak sesuai dengan karakter si burung maka hasilnya tidak akan menjadi baik justru malah sebaliknya.

Jika burung sobat masih bahan atau bakalan, baca tips berikut ini Perawatan untuk Murai batu bahan agar cepat gacor.


Dan inilah beberapa treatment untuk burung yang siap lomba:

  • Umur yang bagus untuk di lombakan.
    Usia burung adalah faktor yang sangat perlu di perhatikan sebelum menurunkan burung ke lomba, jangan keburu melombakan burung di usia muda (mabung pertama), meski burung sudah menunjukkan mental fighternya, karena di usia ini tingkat emosional burung belum stabil, dan dampak buruknya adalah burung menjadi stres mabung, kanibal, macet dan lain-lain.

    Tipikal fighter burung adalah mempertahankan daerah teritorialnya, jadi dia akan mencoba mengusir burung lain dengan suara lantangnya dengan gaya tarungnya yang khas, dan burung yang masih muda tingkat emosi dan pengalamannya masih minim jadi perlombaan dini dapat membuat burung menjadi stres. Idealnya adalah saat usia burung telah selesai mabung kedua, dan pada top performancenya adalah pada pasca mabung ketiga.
  • Menggunakan kandang Umbaran.
    Umbaran ini di perlukan untuk melatih otot-otot burung agar memiliki fisik yang kuat, menambah stamina serta nafas yang panjang, dan juga mempunyai daya tahan tubuh yang kuat sehingga burung tetap vit ketika di bawa jalan-jalan.

    Namun di sisi lain terapi umbaran ini dapat juga membuat burung terlalu agresif (nabrak ruji), kurang tenang (nagen/nancep) ketika di gantang, hal ini di karenakan burung terbiasa terbang di ruang umbaran yang luas. Jadi, sebaiknya di sesuaikan saja dengan karakter burung anda, umbaran ini sangat cocok untuk terapi burung yang terlalu jinak/manja.
  • Jemur pada waktu yang lama.
    Burung yang tidak biasa di jemur akan cepat mangap ketika di jemur sebentar, untuk itu latihlah sedikit demi sedikit, yaitu dengan menambah durasi jemurnya pada setiap hari, hal ini sangat penting karena dapat membuat tubuh dan mental burung menjadi sangat kuat. Penjemuran ini juga bisa di lakukan di tempat pengumbaran.
  • Pemberian EF (extra fooding).
    Meningkatkan jumlah pemberian jangkrik pada pagi dan sorenya, kemudian siangnya atau setelah penjemuran bisa di berikan kroto segar 2/3 hari sekali.

    Berikan juga vitamin atau suplemen yang menurutmu aman dan baik untuk kesehatan sekaligus performa burung.
  • Trek dengan burung lain.
    Ini bisa di lakukan dengan teman-teman yang mempunyai burung sejenis, yaitu dengan menempel 3 atau 4 burung untuk latihan, untuk permulaan sangkar di taruh di lantai saja dan biarkan burung yang lain berhadapan dan bertarung, akan tetapi biarkan burung mu masih dalam keadaan berkerodong, jika burung mu mulai mengeluarkan suara perlawanannya maka bukalah krodong nya dan sebaiknya posisinya agak jauh dari burung lain, lihat proses pertarungannya apabila diam saja atau kurang ngotot tutup kerodong lagi beberapa saat, dan buka krodong lagi ketika mulai menunjukkan suara perlawanan, lakukan seperti itu dan seterusnya.

    Anda juga bisa mengajaknya jalan-jalan ke latber, mungkin pertama kalinya burung akan merasa bingung dengan keadaan di area latber, gantung saja burung di pinggiran area latber agar beradaptasi dengan lingkungan.

Selasa, 17 Mei 2016

Merawat burung Branjangan agar memiliki bulu indah

Perawatan harian yang tepat dan membuat burung senyaman mungkin di dalam sangkar merupakan faktor utama dalam mencetak burung kicau yang sehat, berbulu indah, raajin berkicau hingga menjadi burung juara, dan juga pemilihan pakan dan sangkar yang tepat untuk karakter burung juga sangat berpengaruh terhadap si burung.

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang perawatan burung Branjangan, pada umumnya burung mungil ini di tempatkan di sangkar yang berbentuk tinggi, bahkan ada yang tingginya mencapai 2 meter, hal ini di karenakan untuk si burung dapat beratraksi bebas, karena burung ini memiliki keistimewaan Hovering yaitu berkicau sambil terbang secara vertikal atau naik turun, dan untuk burung yang sudah dapat melakukannya akan memiliki nilai yang sangat tinggi.

Selain itu burung Branjangan adalah burung Passerin yaitu burung yang tidak suka bertengger di ranting-ranting pepohonan seperti burung-burung pada umumnya, melainkan dia lebih suka berdiam ataupun berjalan-jalan di dasar tanah maupun batu, dan biasanya dia sangat suka berkipu atau mandi pasir/debu di alam habitatnya.

Oleh karena itu di dalam sangkarnya  hanya di berikan batu sebagai tenggerannya dan pada lantainya biasanya di beri pasir, namun yang lebih baik menurut para Burung Kicau mania adalah menggunakan tumbukan batu bata, karena tumbukan batu bata lebih higienis dan juga dapat menjadikan corak warna bulu branjangan menjadi cerah dan indah.

Jangan lupa untuk mengganti tumbukan batu bata tersebut setelah kotor atau penuh kotoran, karena kondisi yang dingin dan lembab juga dapat menumbuhkan jamur atau bakteri yang bisa menjadikan resiko berbagai penyakit.

Minggu, 10 April 2016

Menyajikan EF (pakan) yang berkualitas untuk burung Juara


Menjaga kondisi kesehatan pada burung sangatlah penting dan wajib di perhatikan bagi semua penghobi Burung Kicau atau Kicau mania, dari segi kebersihan kandang, pola perawatan dan juga pakan yang akan di sajikan tentulah akan mempengaruhi kondisi sang burung, khususnya pakan extra fooding seperti jangkrik dan ulat hongkong / ulat kandang.

Karena ada sobat yang mengeluhkan burung jagoannya mati beberapa saat setelah di berikan pakan berupa jangkrik, dan yang membuatnya sedih adalah burung tersebut pernah di tawar orang hingga puluhan juta rupiah, tentu saja hal ini sangat di sayangkan.

Untuk itulah kami ingin memberikan tips untuk memberikan pakan berkualitas sebelum di sajikan kepada burung kesayangan anda, khususnya untuk burung seperti Murai batu, Kacer, Pentet, Anis, Ciblek, Pleci, dan burung-burung lain yang wajib di berikan Ef jangkrik maupun ulat hongkong.

Coba bayangkan jika sobat makan ayam, yang ayam itu kurus kurang gizi apalagi penyakitan, tentunya juga akan mempengaruhi kesehatan sobat, ef seperti jangkrik atau ulat hongkong pun juga harus di beri pakan yang bergizi biar sehat sehingga burung yang menyantap pun menjadi sehat karena makan jangkrik yang gizinya banyak.

Sobat bisa memberikan pakan untuk jangkrik dan ulat hongkong dengan memberinya sayur-sayuran yang bergizi tinggi seperti sawi, jagung, wortel, kubis, kentang, apel dan sebagainya, kemudian pilihlah Jangkrik/ulat hongkong yang sehat tidak cacat, tidak berair, tidak terluka untuk di berikan kepada burung jagoan anda.

Contoh pakan untuk jangkrik dan ulat hongkong

Namun ada hal yang memiliki manfaat besar dalam memberikan EF tersebut untuk si burung, yaitu pilihlah ef yang baru berganti kulit atau bisa di sebut dengan jangkrik putih dan ulat hongkong putih, ef tersebut sangat di sukai oleh burung.

Jangkrik dan ulat hongkong yang berganti kulit

Senin, 04 April 2016

Cara mengetahui umur atau usia parkit siap kawin

Semua masyarakat pada umumnya pasti setuju kalo burung Parkit merupakan burung yang cantik dengan bulu warna yang indah, selain itu harganya pun sangat terjangkau, meskipun si doi ini merupakan burung hias namun dia juga memiliki suara crecetan yang lumayan untuk di jadikan masteran Burung kicau lainnya, bahkan ada sobat kicau mania yang mencetak burung parkit gacor nya memiliki suara tembakan seperti Cililin maupun Kenari.

Pada artikel yang sebelumnya kami pernah mengulas tentang membedakan  jenis kelamin jantan dan betina di sini Cara membedakan burung Parkit jantan dan betina.

Dan pada kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi tentang Cara mengetahui usia burung Parkit berdasarkan ciri fisik, hal ini sangat penting karena dalam hal berternak Parkit, atau burung apapun kita harus megetahui umur yang sudah dewasa untuk di jadikan indukan dalam berternak nanti. 

Sebenarnya ada jenis burung Parkit Australia, Parkit Amerika, Parkit Holland dan yang lainnya, namun yang akan kami ulas kali ini adalah untuk yang dari Holland.

Baiklah, mari kita bahas umur parkit berdasarkan ciri-cirinya:

  1. Garis-garis yang berada di sekitar kepala.Burung muda atau yang masih di bawah umur 4 bulan biasanya memiliki garis-garis hitam yang berjajar di area kepalanya dan garis-garis akan hilang saat burung mulai mabung atau menginjak umur antara 5-6 bulan hingga tumbuh bulu baru tanpa garis-garis lagi.
  2. Bintik atau bercak hitam di area dagu / leher.Saat usia muda terdapat bercak-bercak hitam yang kurang jelas dan seiring umurnya bertambah bercak hitam ini akan semakin jelas dan akan membentuk titik-titik hitam.
  3. Warna iris pada mata.
    Iris mata atau yang lebih jelasnya lingkar mata yang terletak di luar bola matanya, ini warnanya hitam ketika masih muda (di bawah 4 bulan), lalu akkean berubah menjadi abu-abu samar pada umur 4-6 bulan, lalu jadi putih keabu-abuan pada umur 6-8 bulan dan akan menjadi putih jelas dan terang  ketika umur 8 bulan +, di umur inilah burung siap di ternak.
  4. Warna pada Cere.
    Cere atau lubang sekitar hidung pada burung Parkit ini merupakan pembeda antara jantan dan betina, untuk betina memiliki warna putih dan untuk jantan berwarna ungu/biru, nah warna ini jika semakin tua umurnya maka akan semakin tua, jelas dan terang juga warna cerenya.
Sobat bisa lihat perbedaan pada gambar di bawah ini..




Rabu, 30 Maret 2016

Cara membuat pakan ciblek dan pleci gacor

Semua pecinta Burung Kicau tanpa terkecuali pasti sangat menginginkan kicauan asuhannya menjadi burung yang gacor atau rajin berkicau di setiap waktu, dan hal inilah yang membuat anda rela menghabiskan waktu untuk melakukan perawatan dan memanjakan sang burung, hingga mungkin istri, pasangan atau pacar anda merasa cemburu dengan momongan anda.


Realita nya rata-rata semua burung pasti akan gacor (rajin berkicau) jika sudah mapan, dalam arti mapan umurnya, mentalnya, birahinya dan memiliki kondisi tubuh yang fit serta sehat, da darin setiap burung juga memiliki katuranggan yang berbeda-beda, ada yang  memang trah juara maupun tidak.

Pada umumnya sifat dari obat gacor atau suplemen burung adalah berisi vitamin yang membuat burung jadi fit dan juga meningkatkan staminanya. nah pada kali ini kami akan memberikan tips untuk cara membuat pakan untuk burung pleci gacor dan ciblek gacor dengan mudah.

Lalu, bahan apa saja yang di pelukan?
  • 1 sachet susu bubuk.
  • 1 butir kuning telur mentah.
  • 3 butir minyak ikan.
  • 3 sendok madu asli.
  • Voer lembut secukupnya
  • Dan tepung jangkrik seperlunya.
Cara membuat pakan Pleci dan Ciblek adalah:
  • Siapkan  baskom atau wadah untuk pengadukan.
  • Masukkan kuning telur, 3 butir minyak ikan dan 3 sendok madu asli.
  • Kemudian masukkan pula Voer lembut secukupnya di tambah sedikit tepung jangkrik.
  • Aduklah semua bahan tersebut hingga tercampur dan benar-benar rata.
  • Lalu kering kan adonan tersebut dengan di jemur di bawah matahari atau bisa menggunakan oven.
  • Setelah adonan menjadi kering, maka bisa di haluskan dengan cara di tumbuk atau yang lainnya.
  • Dan pakan siap untuk di hidangkan.
Sebenarnya cukup mudah kan?? sobat bisa mencobanya di rumah, dan mungkin sobat bisa menuangkan ide atau bereksperimen dengan menambahkan bahan lain seperti tepung kacang kedelai, wolfberry, jahe dan sebagainya seperti yang di lakukan oleh para juara yang memiliki racikan rahasianya.

Kamis, 17 Maret 2016

Manfaat kangkung untuk Lovebird juara

Kangkung atau yang mempunyai nama latin Ipomea Sp ini adalah sayuran yang memiliki banyak nutrisi yang sangat bagus untuk tubuh, kandungan gizinya bahkan lebih lengkap dari pada jenis sayur-sayuran yang lain, selain manusia beberapa hewan juga mengonsumsinya seperti kelinci, marmut, dan lain-lain, akan tetapi di sini kita akan membahas burung yang juga gemar untuk memakannya yaitu burung Lovebird.

Sebenarnya ada dua jenis dari sayur ini yaitu kangkung darat dan kangkung, namun yang di rekomendasikan di sini adalah kangkung darat karena lebih hihienis.


Cara penyajiannya yaitu:
  • Pilihlah kangkung yang masih muda, untuk mengetahuinya yaitu batangnya lunak ketika di remas.
  • Cucilah kangkung tersebut sebelum di berikan pada si burung.
  • Kadar air dari kangkung ini sekitar 85% dan sebagian besarnya terletak pada batangnya, maka dari itu sebaiknya ambil daunnya saja untuk burung.
  • Jika selama 4 jam masih ada kangkung yang tersisa sebaiknya di buang atau di ganti, karena kadar airnya yang tinggi akan mempercepat proses pembusukan.


Manfaat Kangkung bagi burung Lovebird:
Selain memiliki nutrisi gizi yang sangat tinggi, sayuran ini juga memiliki zat-zat positif yang berdampak positif bagi burung Lovebird. Di antaranya yaitu:
  • Memiliki zat sedative yang berfungsi sebagai penenang, sehingga sangat baik untuk burung dalam mengontrol birahinya khususnya untuk burung yang sering di lombakan, dan banyak para Lovebird juara yang mengonsumsinya 1 jam sebelum lomba.

    Sedangkan untuk burung yang di penangkaran selain dapat meningkatkan hormon kangkung ini juga akan membuat indukan lebih tenang terhadap pasangannya sehingga dapat menghindari burung yang saling menyerang dan agresif pada pasangannya.
  • Mempunyai zat yang dapat menetralisir racun dalam tubuh, sehingga burung yang mengonsumsinya akan memiliki daya tahan tubuh yang kuat jika sering mengonsumsinya.
  • Memiliki zat yang dapat menyejukkan lambung dan pencernaan.
  • Mempunyai zat anti peradangan, sehingga sangat cocok untuk burung yang sering NGEKEK.
  • Dapat membantu pencernaan dan juga menghentikan pendarahan.

Senin, 14 Maret 2016

Mengenal berbagai Jenis burung Poksay

Burung yang satu ini adalah burung klasik, yang sulit di temukan di era sekarang ini, burung yang berasal dari kelompok Laughingtrush dari keluarga Leiothricidae yang memiliki genus Garullax dan Trochalopteron, pada jaman dahulu burung dari keluarga tersebut sempat moncer di negara kita pada masanya, dan di antara nya yaitu jenis burung Poksay dan Whamei.

Sedangkan dalam spesies burung Poksay sendiri ini memiliki kurang lebih 50 jenis yang tersebar di seluruh dunia, rata-rata dari mereka memiliki ciri khas kicauan yang bersuara tebal, kencang, dan mengalun dengan merdu.Dan pada kesempatan kali ini tim Burung Kicau akan mengulas beberapa di antaranya yang cukup populer.

Inilah Beberapa jenis burung Poksay yang populer:
    1. Poksay Hongkong (Blackthroated Laughingtrush).
    Burung yang memiki nama latin Garullax Chinensis ini dahulu paling ramai di minati oleh para kicau mania karena memiliki gaya tarung yang khas dan juga suaranya yang mengalun dengan sangat merdu.

    Di era sekarang ini sudah sangat langka dan jarang kita temui, mungkin untuk sobat yang memiliki nya di harapkan untuk membudidayakan dengan cara menangkarnya. Dan mungkin hal ini akan memiliki nilai yang sangat tinggi mengingat kelangkaannya di pasar.




    2. Poksay Jambul (White-crested Laughingtrush).
    Burung bernama latin Garullax Leucolopus yang juga memiliki nama  White-crested Laughingtrush ini seperti poksay Hongkong, yakni berasal dari negeri China yang wilayah penyebarannya hingga Himalaya dan Indochina.

    Lain dengan saudaranya, burung ini memiliki suara kicauan yang sangat keras dan juga berisik sehingga membuat rumah serasa di hutan.



    3. Poksay Sumatra (Sumatran Laughingtrush).
    Atau yang memiliki nama latin Garullax Bicolor ini adalah burung endemik dari pulau Sumatra, bentuknya hampir memiliki kemiripan dengan Poksay Jambul, begitupun dengan suara kicauannya.



    4. Poksay Kuda (Rufou-fronted Laughingtrush).
    Burung yang memiliki nama latin Garullax Rufifrons ini adalah burung endemik dari pulau Jawa, namun keberadaannya kini sangat langka dan susah di temukan.



    5. Poksay Mantel (Sunda Laughingtrush).
    Yang juga bernama lain Sunda Laughingtrush ini memiliki nama latin Garullax Palliatus, jenis ini merupakan burung endemik dari pulau Sumatra dan Kalimantan.



    6. Poksay Mandarin (Chestnut Laughingtrush).
    Burung ini memiliki 2 jenis spesies yang terdiri dari Garullax Mitratus yang berasal dari pulau Sumatra dan Garullax Tracheri yang berasal dari pulau Kalimantan, keduanya memiliki postur yang sama namun yang menjadi perbedaannya adalah pada kacamatanya, yang dari sumatra lingkar matanya berwarna putih dan dari kalimantan berwarna kuning.



    7. Poksay Samho (Rusty and Buffy Laughingtrush).
    Yaitu burung yang memiliki suara kicau yang cukup merdu, dan jenis ini terbagi menjadi 2 spesies berdasakan dari wilayah penyebarannya. Yaitu Garullax Poecilorhynchus dari wilayah Taiwan dan Garullax Berthemyi dari daratan China.



    8. Poksay Hitam (Black Laughingtrush).
    Burung bernama latin Garullax Lugubris ini mempunyai suara yang keras dan lantang seperti Poksay Jambul, dia adalah burung yang berasal dari pulau Sumatra.



    9. Lesser Necklaced Laughingtrush.
    Burung yang memiliki nama latin Garullax Monileger ini adalah jenis Poksay yang mungkin tak pernah di temui di alam Indonesia, karena habitat penyebarannya berada di wilayah China, India, Vietnam, Bangladesh, Thailand, Nepal, Bhutan dan Kamboja.



    10. Poksay Kepala Botak (Bare-headed Laughingtrush).
    Mempunyai nama latin Garullax Calvus ini merupakan burung endemik dari pulau Kalimantan, di namakan botak adalah karena pada bagian kepalanya tidak memiliki bulu.



    11.Spotted Laughingtrush.
    Burung bernama latin Garullax Ocellatus ini berbeda dengan yang lainnya yakni meiliki warna bulu yang bercorak, sehingga di sebut dengan Poksay Berbintik. Dan wilayah penyebarannya adalah Myanmar, Bhutan, China, India dan Nepal.



    12. Hwamei atau wambi.
    Burung Hwamei ini adalah termasuk dari keluarga burung Poksay (Laughingtrush), dia terbagi menjadi 2 jenis spesies yakni Hwamei dari China bernama latin Garollax Cannorus dan Hwamei yang dari Taiwan bernama latin Garullax Taewanus.

    Untuk membedakannya cukup mudah, yakni terlihat perbedaan yang mencolok pada bagian alisnya, yang alisnya berwarna putih tegas adalah Hwamei dari China.

    Untuk suara kicauannya sudah tak di ragukan lagi, burung yang sering meramaikan event lomba di era 90-an ini juga di sebut sebagai burung Rocker. Namun sejak adanya larangan burung Import dari China pada awal 2000an membuat burung-burung semacam ini jadi sangat langka.



    Sabtu, 12 Maret 2016

    Memilih Tangkringan yang baik untuk burung

    Tangkringan merupakan suatu hal yang sangat penting dan butuh di perhatikan agar si Burung Kicau lebih nyaman dan dapat meningkatkan kinerjanya, selain berfungsi untuk tempat burung berpijak,i ni tangkringan merupakan alat yang di gunakannya untuk merawat bagian tubuhnya seperti menggosokkan paruhnya dan juga kukunya. Maka dari itu pilihlah dari bahan kayu yang permukaannya tidak terlalu halus, tetapi juga tidak terlalu kasar atau tajam. Dan untuk idealnya adalah bahan dari kayu jenis pohon asam yang sudah banyak tersedia di toko-toko burung.

    Namun ada juga jenis kayu yang sudah di modifikasi permukaannya dengan bahan seperti amplas, sebaiknya tangkringan jenis ini di gunakan hanya untuk terapi burung yang kukunya terlalu panjang dan paruhnya kurang sempurna sehingga di harapkan bisa halus saat dia menggosoknya.

    Untuk posisinya, dalam hal ini kita harus bisa menyesuaikan dan memilih yang pas untuk burung kita,semisal tangkringan untuk burung Murai batu:
    Untuk sangkar harian sebaiknya gunakan tangkringan seperti di gambar di bawah..


    Alasannya, karena ekornya yang panjang memiliki nilai eksotis tersendiri, dan gambar di atas adalah untuk menjaga ekornya agar tidak rusak, karena biasanya burung suka mepet ke jeruji sangkar saat dia tidur. kalau untuk di pake di lomba sobat bisa menggunakan gambar di bawah..


    Tangkringan tunggal di maksudkan untuk burung lebih nagen atau nancep tenang di satu titik, sedangkan untuk burung yang suka main naik turun gunakan 2 tangkringan.

    Untuk burung lain seperti Kacer, Cucak ijo, Kenari, Cendet,  dan lainnya. bisa di lihat dari karakter burung saat bertarung, jika mainnya tenang sebaiknya pakai tangkringan tunggal agar semakin nancep. dan jika burung bermain naik turun bisa di gunakan seperti di bawah..

    Dan untuk menghindari kebisasaan buruk dari burung yang suka salto bisa di gunakan 3 tangkringan seperti di bawah..



    Kamis, 10 Maret 2016

    Tips settingan Pleci sebelum lomba

    Seperti yang kita tahu, burung pleci adalah termasuk jenis burung koloni di mana mereka selalu hidup bersama atau bergerombol di alam aslinya, dengan tabiatnya yang berjiwa sosial, maka burung pleci ini akan menjadi kurang bagus bahkan bisa menjadi stres jika di pelihara secara tunggal (tanpa ada pleci lain di sekitar) dan hal ini sudah di ketahui oleh kaum pecinta Burung Kicau khususnya Plecimania, maka tak jarang jika mereka memiliki banyak burung pleci di rumahnya.

    Sifatnya yang sering hidup dalam gerombolan, membuat burung ini saling menyahut kicauan khasnya saat bertemu burung sejenisnya bahkan sangking girang dan senangnya mereka meloncat-loncat seperti mau keluar dari sangkarnya dan mendekati temannya.

    Nah, di sinilah yang perlu di perhatikan bagi sobat yang suka menggantangkan atau melombakan burung plecinya, karena dalam penilaian setiap burung kontes di manapun, yang menjadikan nilai point tertinggi adalah ketenangannya dalam membawakan kicauannya dan jika burung hanya loncat sana loncat sini maka dia tak akan mendapatkan nilai bahkan juri tak mau meliriknya.

    Oleh sebab itu maka harus ada persiapan atau treatment yang harus di lakukan agar burung tampil ngotot ketika nanti akan di ikutkan Lomba burung, caranya yaitu:
    • Memberikan extra fooding atau pakan yang dapat meningkatkan stamina sesuai dengan yang di gemarinya.
    • Mengumbar burung di sangkar pengumbarannya, dalam hal ini boleh kita masukkan juga pleci betina untuk mengontrol birahinya.
    • Mandikan dengan cara kebiasaannya atau sediakan saja cepuk untuk mandinya.
    • Kemudian mengecas pleci atau menempelkannya dengan pleci betina sembari di jemur atau di angin-anginkan.
    Saat tiba di hari H nya sebaiknya berhati-hati dalam perjalanannya, kerodong dan hindari guncangan keras yang dapat membuat burung panik, bawa juga pasangannya untuk di tempel sebelum burung di gantangkan, lalu berikan sedikit ef seperti 1 atau 2 ulat hongkong, dan terakhir adalah lepaskan semua wadah pakannya sebelum di konteskan.

    Rabu, 09 Maret 2016

    Terapi ranjau membuat burung nancep saat gantang

    Tak hanya manusia saja yang mempunyai kebiasaan yang tak dapat membuat nyaman mata orang yang memandangnya, di dalam dunia kicau pun juga banyak beberapa burung yang memiliki kebiasaan buruk, yang bahkan hal itu di lakukan pada saat di gantangkan atau di lombakan, tentu hal ini membuat rasa kecewa pada sang empunya..

    Di antaranya adalah burung yang sering salto atau terlalu atraktif, namun hal ini pernah kita mengulas tentang cara mengatasinya di Penanganan burung yang suka salto, ada juga burung yang kurang maksimal dalam kicauannya, ada juga burung yang sudah bagus kicaunnya akan tetapi si burung bermain di bawah (lantai sangkar), sehingga hal-hal semacam ini akan mengurangi nilai dalam penjuriannya.

    Dan pada kesempatan kali ini klubkicau.com akan memberikan trik untuk mengatasi burung yang suka bermain di lantai sangkar, yaitu dengan memasang dua tangkringan menyilang, membasahi tangkringan dan yang paling efektif adalah dengan memberikan ranjau atau atribut yang membuat si burung enggan untuk turun tangkringan atau yang sering di sebut dengan ngepel, nyapu, ngelantai dan sebagainya, dan biasanya burung yang sering melakukannya adalah burung Kacer, Lovebird, Murai batu, Kenari, Pentet dan lainnya juga.


    Trik memakai ranjau

    Nah, untuk membuat ranjau ini sobat bisa menaruh beberapa bola kecil yang berwarna-warni, bisa juga dengan kelereng karena sifatnya yang bulat akan membuat burung terpleset saat kakinya menginjaknya sehingga dia akan ogah untuk turun.

    Ada juga yang menggunakan rumput sintetis seperti rumput aksesoris akuarium dan rumput futsal, atau juga bisa dengan memberikan jaring yang terbuat dari anyaman karet atau pentil untuk menjaga keselamatan si burung.

    Atau sobat bisa juga dengan menggunakan atribut lain seperti kain, daun atau apalah menurut ide sobat sendiri dan juga yang cocok untuk membuat jagoan anda turun, akan tetapi hal yang perlu di perhatikan adalah pasanglah ranjau ini di hari-hari sebelum burung di lombakan, karena hal ini akan membuat burung terbiasa dengan keberadaan ranjau itu dan enggan untuk turun.


    Sobat tak perlu ragu untuk membawa ranjau seperti itu jika hal itu dapat membuat burung menjadi full performa di lapangan, karena para senior juga sering melakukannya dan hal ini masih sah-sah saja atau di perbolehkan oleh mayoritas juri di setiap event.

    Kamis, 10 Desember 2015

    Terapi mandi malam untuk burung juara

    Mandi adalah kebutuhan bagi semua mahluk hidup karena dapat menjaga kebersihan tubuh dan juga menjauhkannya dari kuman, selain itu tubuh menjadi segar, stamina bertambah dan juga dapat menghilangkan rasa kantuk dan malas, bahkan juga mampu menghilangkan stres.

    Dan bukan hanya manusia saja yang butuh mandi untuk meyegarkan tubuh, akan tetapi burung juga sangat membutuhkannya, selain membuatnya segar, mandi juga dapat mempercantik bulu-bulu dan menjauhkannya dari kutu. Di alam liar burung biasa melakukan aktivitas mandi di pagi maupun siang hari, baik itu di tepian sungai, mata air maupun di rawa-rawa.

    Pasti sobat Burung kicau sudah tau bagaimana cara memandikan burung, yaitu dengan cara menyemprot maupun menggunakan bak mandi keramba, dan biasanya di lakukan pada pagi hari lalu kemudian di jemur selama beberapa menit di bawah terik mentari. Tetapi itu adalah aktivitas umum yang biasa di lakukan para kicau mania.

    Di sini ada hal yang tidak biasa di lakukan oleh mereka yang mempunyai burung-burung juara dalam hal memandikan burung, yaitu mereka memandikan burungnya di waktu malam hari, dan hal ini mempunyai dampak yang bagus bagi burung.


    Adapun manfaat mandi malam bagi burung adalah
    • Membuat burung menjadi cepat jinak.Khususnya untuk burung-burung hasil tangkapan atau burung bakalan (bahan).
    • Membuat burung bermain tenang (nagen) saat di gantangan.
      Di dalam lomba, burung yang berkicau dengan tenang di tenggeran akan mendapatkan poin tertinggi daripada burung yang terlalu atraktif meskipun gacor.
    • Membuat mental dan stamina burung menjadi kuat.
    • Dapat menambah nafas burung menjadi panjang.
    • Burung akan menjadi cepat gacor.
    • Dan dapat mengatasi burung yang OB atau birahi yang terlalu tinggi.

    Hal ini bisa di lakukan dengan cara semprot atau keramba, tergantung dari kebiasaan si burung, mandikan sampai basah kuyub kemudian di angin-anginkan di bawah lampu selama 15-30 menitan, lalu di kerodong kembali. Lakukan hal ini antara jam 8 atau jam 9 malam, jangan terlampau malam karena malah bisa membuat burung menjadi sakit.

    Dan yang perlu di ingat adalah untuk melakukannya burung harus dalam kondisi fit dan juga cuaca harus sedang bagus, artinya tidak hujan atau angin besar.

    Selasa, 08 Desember 2015

    Tips cara mengetahui burung hasil pancingan

    Di pasar-pasar burung pasti ada yang menyediakan burung hasil tangkapan hutan dengan harga yang lebih murah, akan tetapi jika sobat berminat untuk membeli burung hasil tangkapan hutan perlu di waspadai karena bisa saja burung tersebut adalah hasil pancingan (di tangkap menggunakan kail pancing), namun tak semua burung dari hutan ini di tangkap dengan cara tersebut, ada yang menangkap dengan cara di jaring, di pikat maupun memakai jebakan.

    Namun burung-burung tersebut tidak mudah untuk di bedakan mana yang hasil pancingan dan mana yang bukan, untuk itu sobat harus lebih waspada, banyak cerita dari para pecinta Burung kicau yang pernah membeli burung tangkapan hutan, setelah di rawat 1 minggu mati, ada juga yang 3 hari mati bahkan ada yang 2 hari mati, setelah burung tersebut di otopsi ternyata di dalamnya tenggorokannya terdapat mata kail.


    Tentu saja hal ini sangat merisaukan para pembeli, khususnya pada mereka yang masih belum pengalaman soal Burung kicau, untuk itu kami akan memberikan beberapa tips membeli burung tangkapan hutan.

    Tips membedakan burung hasil pancingan
    • Carilah burung yang sehat dan aktif.
    • Biasanya hasil pancingan memiliki bulu yang mulus dan rapi, karena jika hasil pikatan atau jaring sudah tentu ada bulu yang rusak karenanya.
    • Burung pancingan akan enggan untuk makan, karena terjadi infeksi pada tenggorokannya. Maka dari itu cobalah memberikan jangkrik pada burung tersebut, di makan apa engga.. jika tidak di makan jangan berharap untuk membelinya, adapula yang di makan kemudian di muntahkan karena sakit.
    • Carilah burung yang sudah di rawat lama, dan sudah mau makan voer, pasti aman.
    • Bertanyalah kepada pedagang dan mintalah jaminan untuk burung yang anda beli, akan tetapi tidak semua pedagang itu jujur.

    Jika sobat ingin yang lebih aman untuk membeli burung bakalan, kami sarankan untk membeli burung hasil tangkaran selain sudah jelas sanadnya, burung tangkaran juga mudah untuk di master dan juga lebih cepat berkicau (gacor).

    Senin, 07 Desember 2015

    Terapi Cabai agar burung menjadi gacor dan moncer

    Banyak cara di lakukan oleh para pecinta Burung kicau agar burung kesayangannya menjadi aktif, rajin berkicau (gacor), dan moncer di gantangan. Berbagai treatment di lakukan seperti pengembunan, mandi malam, hingga memberikan pakan racikan dan sebagainya, dan mungkin cara-cara itu sudah menjadi hal yang umum di lakukan oleh para kicau lover.

    Akan tetapi mungkin sobat belum mencoba tips yang satu ini, yaitu dengan memberikan cabe sebagai extra foodingnya, ups jangan heran dulu, mungkin sobat berfikir itu kan pedas bisa bikin perut mulas, jangan kuatir cabe yang di berikan adalah cabe merah, jadi ga terlalu pedas dan kandungan nutrisinya sangat baik bagi kesehatan si burung.

    Perlu di ketahui bahwa cabe memiliki kandungan vitamin c dan karoten yang tinggi bahkan lebih tinggi dari buah jeruk, dan juga mineral, kalium, zat besi, magnesium, mangan dan juga memiliki zat yang mampu memberikan daya tahan tubuh seperti anti bakteri, anti diabetes, anti karsinogetik dan analgesik.

    Manfaat Cabe bagi burung
    Jadi, tips ini dapat membuat burung menjadi sehat dan aktif sehingga rajin berkicau, sebagai penghangat tubuh khususnya di musim hujan ini, keratennya yang tinggi juga bisa membuat bulu burung sehat mengkilap dan juga untuk terapi burung yang mengalami obesitas atau kegemukan.

    Sebenarnya di alam liar pun banyak burung yang mngonsumsi cabe, bahkan burung ini dapat membantu para petani karena menyebakan biji-biji cabe.


    Cara Penyajiannya
    Biasanya tips pemberian cabe ini di berikan pada burung Cucak-cucakan, Kenari, Pleci, Jalak dan keluarga burung paruh bengkok, adapun caranya adalah:
    • Belah cabe merah, bersihkan bijinya kemudian potong kecil-kecil dan masukkan pada tempat pakannya.
    • Bisa juga dengan cara menggantung belahan cabe tersebut tanpa di potong-potong.
    Lakukan cara ini cukup seminggu 1 kali atau 2-3 kali untuk terapi pengobatan. Dan jadikan cara ini sebagai selingan, artinya pakan EF lainnya tetap berjalan seperti biasanya.

    Senin, 07 September 2015

    Mengatasi kaki burung Kenari yang terluka dan bengkak

    Di kalangan para penghobi Burung Kicau khususnya pecinta burung Kenari, Akhir-akhir ini mereka mengeluhkan penyakit yang menyerang burung kesayangan mereka terutama pada kaki burung mereka, biasanya indikasinya adalah muncul bintik-bintik merah, luka, bengkak dan sebagainya. Tentu saja hal semacam ini harus di waspadai dan butuh perhatian khusus, karena hal yang paling baik adalah mencegah hal buruk sebelum terjadi, seperti kata pepatah lebih mencegah daripada mengobati.

    Biasanya yang membuat masalah itu terjadi adalah gigitan nyamuk ataupun serangga yang membawa virus atau kuman yang membuat burung lemas, nafsu makan jadi hilang dan sering tidur-tiduran, atau juga kaki burung terasa gatal karena gigitan serangga atau kuman-kuman jamur atau amoeba dari kotoran yang tidak di jaga kebersihannya sehingga dia mencoba menggaruk dengan cara mematukkan paruhnya ke arah luka nya, dan yang terjadi dia hanya membuat kondisi lukanya semakin buruk dan terjadi infeksi.

    Bisa juga hal ini terjadi karena luka lecet yang di sebabkan oleh sangkar burung, tangkringan, tempat wadah pakan yang mungkin kondisinya tajam sehingga dapat melukai burung kesayangan anda.



    Pengobatannya
    Untuk sementara jauhkan dari burung-burung lainnya karena di khawatirkan penyakitnya dapat menular, sedangkan untuk pengobatan nya adalah dengan mengoleskan sedikit cairan Antibiotik pagi dan sore hari, sobat bisa membelinya di apotik atau toko pakan burung, amati perkembangannya setiap hari dan hentikan bila lukanya sudah sembuh.

    Tips burung sehat
    Dengan perawatan yang baik dan benar akan menjadikan burung sehat dan gacor.

    • Jika waktu sudah petang kerodong lah burung dan taruh di tempat yang agak gelap.
    • Gunakan sangkar dan aksesoris yang baik, halus dan tidak tajam untuk menjaga agar burung tidak terluka.
    • Jagalah kebersihan kandang burung, supaya tidak terganggu oleh kuman maupun bakteri yang nakal.
    • mandikan dan jemur burung di pagi hari jam 07.00-08.00 pagi.


    Selasa, 18 Agustus 2015

    Asal usul sepak terjang Lovebird Ki Kusumo, sang juara

    Jika anda pecinta burung Lovebird, pasti anda mungkin pernah mendengar nama "Ki Kusumo", yah itu adalah nama dari burung Lovebird milik bung H. Sigit WMP yang notabene berasal dari kota Klaten, Jawa tengah. yang nama nya menjadi sangat fenomenal karena sering menjuarai bahkan berturut-turut di kejuaraan kelas bergengsi di beberapa kota.


    Karena prestasi yang telah di raihnya tersebut, semua Burung Kicau lover di seluruh nusantara pun sepakat jika Lovebird Kusumo ini adalah burung Lovebird terbaik untuk saat ini. Meskipun burung ini sering melakukan kebiasaannya yang sering tidur dengan santai, namun saat di lapangan dia menampilkan performa yang sangat luar biasa, dia ngekek dengan tenang di tempat dan durasinya sangat super panjang, seolah-olah dia hanya berhenti sejenak hanya untuk mengambil nafas dan kemudian ngekek lagi dan seterusnya. Hal ini membuat semua mata orang yang menonton terkagum dan tertuju padanya, dan karena itu tak sedikit pula orang-orang menjadi nge-fans pada nya.


    Karena keistimewaan dari burung yang dahulu dia beli dari sebuah pasar di Klaten, dan kemudian dia rawat hingga menjadi primadona yang membanggakan seperti sekarang ini, H.Sigit WMP sering mendapatkan pertanyaan tentang bagaimana resep dan cara perawatannya, namun dengan hati yang terbuka dia pun menjawab semua pertanyaan tersebut dengan sikap familiar secara langsung maupun di jejaring sosial.

    Beberapa Even yang pernah di sabet oleh Ki Kusumo:
    1. 4 Januari 2015 di "Brimob Cup Yogyakarta", dia hanya bermain 1 kelas Mega Bintang dan berhasil menempati posisi 3 besar.
    2. 8 Februari 2015 di "Angkasa Pura Cup Solo" Juara 1 di dua kelas yakni kelas Lovebird  PJSI A dan B, yang mengantar nama WMP SF menjadi juara umum SF.
    3. 15 Februari 2015 di "Valentine Day Yogyakarta" dia berhasil meraih juara di 4 kelas, yaitu juara 1 di dua kelas dan kelas lainnya juara 2 dan 3. 
    4. 22 Februari 2015 di "Papburi Klaten" yang berhasil meraih posisi pertama.
    5. 1 Maret 2015 di "Fairplay Cup Solo" dengan prestasi luar biasa dia meraih juara 1 di 5 kelas dan juara 2 di 1 kelas.
    6. 8 Maret 2015 di "In Memorial Jend.Besar Soeharto" pada event ini lagi-lagi dia memberi prestasi terbaik yakni berhasil meraih Pentatrick juara 1 lima kali di 5 kelas.
    7. 15 Maret 2015 di "Grabag BC Magelang" di sini dia hanya bermain di 2 kelas demi menjaga stamina untuk event berikutnya, di sini pun dia meraih juara 1 dan 2.
    8. 22 Maret 2015 di "Arema Cup Malang" rupanya perjalanan yang cukup jauh ini tak menyurutkan performanya, buktinya di sini dia mendapat Quatrick(juara 1, 4kali) dari 8 kelas yang  di ikuti.
    9. 28 Maret 2015 di "Saturday Open Spesial IKPBS Solo" dari 4 kelas yang di ikuti dia mampu mencetak hatrick dan runner up.
    10. 5 April 2015 di "Road TO BNR Award Jakarta" di sini pun Kusumo berhasil meraih Quatrick dan juga membawa pulang Sepeda Motor hadiah.
    11. 12 April 2015 di "Danbrig 2/6 Kostrad Solo" dia bermain di 2 kelas dan semuanya meraih juara pertama.
    12. 26 April 2015 di "Asia Afrika Cup Bandung" bermain di 7 kelas, waw prestasi yang sangat fenomenal, dia meraih juara 1 di enam kelas dan 1 kali runner up.
    13. 3 Mei 2015 di "Perang Bintang TKKM Yogyakarta" cukup heboh dengan bermain di 4 kelas dan semuanya juara 1 (Quatrick).
    14. 10 Mei 2015 di "Surabaya Cup" di event ini dia bertemu dengan Fahmi (5 tahun), salah satu penggemar berat Kusumo yang berasal dari Pamekasan Madura, yang mengaku tidak bisa tidur selama 2 hari karena ingin sekali bertemu dengan burung idolanya itu,

      Di sini pun Kusumo tampil dengan top performnya, dia mampu memborong juara 1 di enam kelas yang di ikutinya.
    15. 17 Mei 2015 di "Pangkolinlamil Cup II jakarta" di sini dia pun berhasil memenangkan juara 1 di 4 kelas (Quatrick).
    16. 24 Mei 2015 di "Soedirman Big Festival Purwokerto" dia mencetak Hatrick di 3 kelas.
    17. 31 Mei 2015 di "Muntilan Bersatu" Dari 4 kelas yang di mainkannya, Kusumo pun berhasil meraih Hatrick dan runner up.


    Selasa, 04 Agustus 2015

    Perawatan murai batu agar ekor nya tumbuh panjang

    Burung Murai batu sudah sangat terkenal karena ocehannya yang sangat variatif dan juga gaya tarungnya yang sangat menarik sehingga banyak di minati oleh Burung kicau mania di seluruh nusantara, selain itu burung ini juga memiliki visual yang cantik pula, karena memiliki ekor yang menjuntai panjang.

    Bahkan ada di negara Thailand kontes burung MB, akan tetapi yang di nilai bukanlah ocehan dari kicauannya, melainkan keindahan ekornya.

    Sebenarnya panjang pendeknya nya ekor burung MB ini tergantung dari faktor ras dan genetiknya, kalau di nusantara ini yang memiliki ekor panjang ini adalah Medan dan Aceh, akan tetapi tergantung juga dari indukannya berekor panjang apa pendek, selain itu perawatan juga sangat berpengaruh pada ekor MB ini.

    Setelah burung melewati masa mabung (ganti bulu) maka selanjutnya adalah proses dorong ekor yaitu dimana ekor mengalami proses pertumbuhan.Nah, di sinilah kita harus memberikan perawatan yang tepat agar ekor MB dapat tumbuh dengan panjang, rapi dan indah. Sebenarnya cara perawatannya tidak jauh beda dengan Perawatan burung yang sedang Mabung.

    Tips perawatan dorong ekor, agar ekor MB tumbuh panjang dan cantik:
    • Tambanhkan untuk porsi Ef nya.
      -Jangkrik bisa di berikan 6-9 ekor tiap pagi dan sore.
      -Siangnya bisa di berikan Kroto segar 1 cepuk kecil, hal ini bisa di lakukan tiap 2-3 hari sekali.
      Karena Ef ini mengandung banyak gizi dan protein bagi burung sehingga dapat mempercepat pertumbuhannya.
    • Sebaiknya burung tetap di kerodong dan di jauhkan dari burung fighter lainnya, meskipun tinggal dorong ekor, hal ini agar burung tetap tenang dan aman, apalagi untuk burung yang belum jinak. Hal ini tentunya untuk menghindari kerusakan pada ekor seperti nyerit, patah dan sebagainya.
    • Tetap lakukan proses pemasteran.
    • Mandikan 3 hari sekali, dengan cara keramba.
    • Bersihkan pula kandang dari segala kotoran agar tetap steril dan mencegah datangnya kuman, parasit atau pun kutu yang bisa menyerang bulu barunya.
    • Penjemuran sebaiknya di lakukan di pagi hari antara jam 7-8, dan cukup di lakukan selama 15 menit, jangan lama-lama, karena bulu burung masih baru dan terlalu sensitif pada suhu panas, akibatnya bulu bisa bengkok dan rusak.

    Sabtu, 04 Juli 2015

    Mengenal burung Robin jantan dan betina

    Burung mungil dengan corak warna yang cantik, gesit dan rajin berkicau,mungkin itulah yang cocok untuk sebutan burung Robin, burung yang berasal dari Cina  yang dulu sangat marak dan turut meramaikan dunia perkicauan di tanah air pada era 90-an, sama halnya seperti burung Whambie (Hwa mei), Poksay dan lainnya, namun burung-burung tersebut kini mulai langka dan jarang di temukan keberadaannya di negeri kita, hal ini di karenakan karena adanya larangan impor burung dari negara Cina dan sekitarnya sejak adanya wabah penyakit flu burung yang sangat berbahaya pada awal tahun 2000-an, dan juga minimnya pembudidayaan burung-burung tersebut di tanah air.

    Dan dampaknya kini harga dari burung yang bernama latin Leiothrix Lutea ini melambung tinggi sekitar kurang lebih 600 ribuan untuk burung bakalan, padahal di era 90 an harga dari burung ini sekitar 70 ribuan sudah dapat burung gacor.

    Untuk habitat dari burung Robin ini adalah di sekitar hutan Himalaya, Cina, Myanmar, Vietnam, Kamboja dan Laos. Mereka hidup di semak belukar dan makanannya adalah buah-buahan dan juga serangga-serangga kecil. Sedangkan untuk perawatannya cukup mudah karena burung ini termasuk burung yang mudah jinak meski terlihat sangat atraktif, dan burung ini termasuk burung sosial yang bisa di satukan dengan burung lain meski dalam satu kandang.



    Ciri-ciri burung jantan dan betina
    Burung ini termasuk burung Monomorfik artinya antara jantan dan betina memiliki ciri visual yang hampir sama, namun untuk membedakannya adalah:
    • Bisa di lihat pada paruhnya, yaitu paruh burung jantan memiliki warna orange kemerah-merahan sedangkan yang betinanya berwarna orange kekuning-kuningan.


    • Dan yang pasti adalah pada burung jantan dewasa akan memiliki kicauan yang lebih variatif sedangkan yang betina hanya mengeluarkan kicauan nada call saja (monotone).
      Lebih jelasnya berikut adalah video suara kicau burung Robin betina di sambung Jantan...


    Rabu, 17 Juni 2015

    Mengenal Pleci Auriventer, Pleci Buxtoni dan Pleci Montanus

    Ada beberapa burung Pleci / kacamata (zosterops) dada putih yang banyak di temui di pasaran, mungkin ada sobat Burung kicau yang belum mengenal jenis-jenis tersebut, dari beberapa jenis itu ada 3 jenis burung Pleci dada putih yang sering kita jumpai, ketiganya yaitu Pleci Auriventer, Pleci Buxtoni dan yang terakhir adalah Pleci Montanus.

    Adapun perbedaan dan ciri dari burung ketiga tersebut adalah:

    • Pleci Auriventer.
      Burung yang sering di sebut dengan Pleci Auri ini memiliki nama latin Zosterops Palpebrosus Auriventer ini memiliki habitat di Thailand, Myanmar, Singapura, Malaysia, Pulau Bangka, Kepulauan Riau dan Kalimantan.

      Pleci jenis ini di yakini sebagai burung yang memiliki mental lebih bagus di bandingkan dengan jenis yang lainnya, karakter suaranya terdengar lebih tebal seperti ngebas, mempunyai ukuran tubuh yang agak besar dengan ciri dadanya yang berwarna putih keabu-abuan dengan leher yang berwarna kuning tegas, iris matanya berwarna cokelat, dan pada lingkar mata (kacamata) nya lebih tebal di bandingkan jenis dada putih lainnya.
    • Pleci Buxtoni.
      Burung ini mempunyai nama latin Zosterops Palpebrosus Buxtoni, jenis ini banyak di temukan di daerah pulau Sumatra dan jawa, karakter suaranya terdengar nyaring dan hampir mirip dengan suara pleci dada kuning.

      Adapun ciri fisiknyanya yaitu memiliki ukuran paling kecil diantara yang lain, warna dadanya putih ke abu-abuan dengan garis kuning yang membelah dadanya, iris matanya berwarna cokelat.

    • Pleci Montanus.
      Burung yang bernama latin Zosterops Montanus ini di pisahkan dari spesies Pleci Auri dan Buxtoni, jika yang lain dalam golongan Oriental white eye maka montanus di kategorikan sebagai Oriental mountain white eye.

      Jenis montanus ini terbagi menjadi 9 ras yang banyak tersebar di Jawa, Bali, Sumatra, Maluku, Sulawesi, Nusa tenggara hingga Filiphina, dia memiliki karakter suara yang kasar atau terdengar serak, ukuran tubuhnya sedikit lebih besar dari pada kedua jenis di atas, dadanya berwarna putih ke abu-abuan meskipun ada beberapa sebagian kecil yang memiliki belahan garis kuning pada dadanya, dan yang menjadi cirinya adalah memiliki iris mata yang berwarna putih.

    Minggu, 10 Mei 2015

    Masteran alternatif pengganti burung Cililin

    Kali ini Burung Kicau akan mengulas burung masteran alternatif sebagai pengganti dari pada burung Cililin, yaitu dengan burung yang harganya jauh lebih murah dan pastinya akan rajin berbunyi dan cocok di jadikan sebagai masteran untuk burung Murai batu, Pentet, Kacer, Cucak ijo dan burung-burung lainnya.

    Lalu burung apakah yang di maksud tersebut?? yaitu burung Jalak Uren trotol atau yang masih muda sekitar umur 1 bulan lebih yang masih di bantu meloloh (nyuapin makan). Memang agak merepotkan sih, anda harus memberinya makan setiap 2 hingga 3 jam sekali tiap harinya, tapi hal ini cukup menyenangkan jika sobat adalah Burung Kicau mania sejati.. namanya juga alternatif.. Suara burung trotolannya berkarakter tembakan rapat, kasar dan lumayan keras apalagi kalo dia merasa lapar. cocok banget deh buat masteran.. biar lebih rame peliharanya lebih dari 2 ekor.

    Seperti inilah video jalak uren trotol..



    Untuk mendapatkan burung ini sobat bisa mendapatkannya di peternak-peternak ataupun di pasar-pasar burung dan harganya bisa relatif berbeda di setiap daerah, kalo di daerah saya harganya sekitar 350-400 ribu untuk umur 1 bulan ke atas.

    Keuntungannya adalah kita mendapatkan burung masteran yang rajin bunyi yang harganya terpaut jauh dari burung yang sudah gacor, apalagi burung Cililin.. Selain itu merawat burung trotol (masih muda) kita juga bisa merawat dengan memberinya materi isian sesuai dengan keinginan kita, dan nantinya burung yang murah itu pun bisa menjadi burung yang istimewa dan tentunya harganya pun bisa melonjak tinggi.

    Sabtu, 25 April 2015

    Tips memilih burung Ombyokan atau bahan

    Membeli burung dalam ombyokan atau yang masih bakalan atau bahan memang memiliki kesan tersendiri, selain harga yang sangat terjangkau dan juga pastinya akan memberikan kebanggaan tersendiri jika burung yang kita beli tersebut sudah menjadi burung yang jawara atau setidaknya menjadi burung yang gacor, dan itu menunjukkan bahwa kita adalah perawat burung yang hebat. tentunya sangat bangga bukan...

    Namun hal tersebut bukanlah suatu perkara yang mudah, di butuhkan kesabaran dan perhatian yang khusus buat si burung agar kelak dapat menjadi sesuatu.. Untuk memilih burung bahan kita harus tahu katuranggan yang bagus, dan yang pasti memiliki potensi menjadi calon juara.



    Berikut tips dari Burung Kicau untuk memilih burung ombyokan atau burung bahan yang bagus.

    • Pilihlah burung yang berjenis kelamin jantan berdasarkan ciri burung masing-masing.
      Karena jantan lebih aktif berkicau dan juga mempunyai variasi yang lebih banyak.
    • Pilihlah burung yang sehat dan tidak ada cacat fisik.
      Hal ini terlihat oleh burung yang agresif dan memiliki warna bulu yang terang (cerah).
    • Pilihlah burung yang mempunyai bentuk tubuh proporsional.
      Rata-rata burung yang hebat memiliki mata yang besar tajam, paruh yang tebal, kaki yang besar dan kuat mencengkram, kepala yang besar dan pipih, dan tubuh yang berdiri tegak.
    • Pilihlah burung yang mempunyai volume keras.
      Biasanya setiap burung mempunyai nada call, nah pilih burung yang volumenya lebih keras di banding yang lain, syukur-syukur jika dapat menemukan burung yang sedang ngeriwik, biasa nya dalam burung ombyokan seperti Burung Pleci, mereka akan terlihat diam di tenggeran/tangkringan serta menggeleng-gelengkan kepala dan mengeluarkan kicauan kecil (ngeriwik).
    • Biasanya para pemikat atau pedagang akan memberi tanda pada burung yang di anggap bagus, biasa nya mereka menandainya dengan spidol ke bagian tubuhnya.

    Dan yang tak kalah pentingnya, perawatan anda yang akan mempengaruhi burung tersebut nantinya.. sabar, tetap semangat dan selamat mencoba..
    Baca juga Perawatan menjinakkan burung bakalan.
    Melatih burung makan voer secara total