Sabtu, 25 April 2015

Tips memilih burung Ombyokan atau bahan

Membeli burung dalam ombyokan atau yang masih bakalan atau bahan memang memiliki kesan tersendiri, selain harga yang sangat terjangkau dan juga pastinya akan memberikan kebanggaan tersendiri jika burung yang kita beli tersebut sudah menjadi burung yang jawara atau setidaknya menjadi burung yang gacor, dan itu menunjukkan bahwa kita adalah perawat burung yang hebat. tentunya sangat bangga bukan...

Namun hal tersebut bukanlah suatu perkara yang mudah, di butuhkan kesabaran dan perhatian yang khusus buat si burung agar kelak dapat menjadi sesuatu.. Untuk memilih burung bahan kita harus tahu katuranggan yang bagus, dan yang pasti memiliki potensi menjadi calon juara.



Berikut tips dari Burung Kicau untuk memilih burung ombyokan atau burung bahan yang bagus.

  • Pilihlah burung yang berjenis kelamin jantan berdasarkan ciri burung masing-masing.
    Karena jantan lebih aktif berkicau dan juga mempunyai variasi yang lebih banyak.
  • Pilihlah burung yang sehat dan tidak ada cacat fisik.
    Hal ini terlihat oleh burung yang agresif dan memiliki warna bulu yang terang (cerah).
  • Pilihlah burung yang mempunyai bentuk tubuh proporsional.
    Rata-rata burung yang hebat memiliki mata yang besar tajam, paruh yang tebal, kaki yang besar dan kuat mencengkram, kepala yang besar dan pipih, dan tubuh yang berdiri tegak.
  • Pilihlah burung yang mempunyai volume keras.
    Biasanya setiap burung mempunyai nada call, nah pilih burung yang volumenya lebih keras di banding yang lain, syukur-syukur jika dapat menemukan burung yang sedang ngeriwik, biasa nya dalam burung ombyokan seperti Burung Pleci, mereka akan terlihat diam di tenggeran/tangkringan serta menggeleng-gelengkan kepala dan mengeluarkan kicauan kecil (ngeriwik).
  • Biasanya para pemikat atau pedagang akan memberi tanda pada burung yang di anggap bagus, biasa nya mereka menandainya dengan spidol ke bagian tubuhnya.

Dan yang tak kalah pentingnya, perawatan anda yang akan mempengaruhi burung tersebut nantinya.. sabar, tetap semangat dan selamat mencoba..
Baca juga Perawatan menjinakkan burung bakalan.
Melatih burung makan voer secara total

Kamis, 22 Januari 2015

Burung Pailing (Mongolian Lark) Penyanyi yang eksotis

Jika sobat Burung Kicau terbilang senior atau pemain lama pasti sobat pernah mendengar nama burung Mongolian Lark atau Pailing, burung asal China yang sempat  populer di Indonesia di era 90-an ini, Kini burung ini mulai terlihat banyak di jual di pasaran, mungkin bagi anda yang dulu pernah memeliharanya, kini anda dapat bernostalgia kembali karena burung ini sempat menghilang begitu lama.

Kalau di Indonesia mungkin burung ini seperti burung Branjangan, karena bentuk dan karakternya hampir mirip, pakannya pun sama yakni biji-bijian. Burung Pailing ini juga pintar dalam menirukan suara, seperti suara burung lainnya bahkan suara ayam, kucing, jangkrik dan lain-lain. Tak kalah dengan burung Branjangan, burung ini juga mampu Hovering (berkicau sambil terbang naik turun).

Mengenal jenis burung Lark yang beredar di pasaran:

  • Mongolian Lark (ML)
    Burung yang memiliki nama latin Melanocorypha Mongolica inilah yang pernah populer di dunia kicau Indonesia pada tahun 90-an, burung jenis inilah yang lebih di kenal dengan sebutan burung Pailing / Pakling / Bailing. Biasanya burung ini di impor dari China, Mongolia dan Rusia.



  • Tibetan Lark (TL).
    Burung jenis ini mempunyai nama latin Melanocorypha Maxima, ciri fisiknya hampir sama dengan Mongolian Lark akan tetapi ukuran burung ini sedikit lebih kecil, jambulnya berbeda, tidak ada alis putih serta kalung hitamnya. Burung ini pun juga Impor yakni dari Bhutan, China dan India.



  • Calandra Lark (CL).
    Kalau yang jenis ini mempunyai nama latin Melanocorypha Calandra, jenis ini harganya lebih murah di banding saudaranya Mongolian Lark, namun suara kicauannya tak kalah dari saudara-saudaranya. Burung ini bisa di temukan di Rusia, Turki, Iran, Mesir dan beberapa negara Eropa.

    Ciri fisiknya nyaris sama dengan burung Pailing akan tetapi yang membedakannya adalah pada kepala atau jambulnya tidak berwarna merah, alis putihnya kurang tegas dan juga pada sayapnya tidak ada bulu putih.




Jumat, 26 Desember 2014

Mengenal burung Edel Sanger, si kecil yang mantap ngerollnya

Mungkin banyak dari sobat Burung kicau yang belum tahu tentang burung Edel Sanger atau yang biasa sering di sebut dengan nama burung Sanger. Burung yang mempunyai nama latin Serinus Leucopygius ini sama seperti burung Blackthroat yaitu sama-sama berasal dari Afrika. Meskipun begitu peminat dari burung yang bernama lain Grey Singing Finch ini tidak sebanyak burung BT (Blackthroat).



Sebenarnya burung ini sudah masuk ke negara kita sejak dari jaman dahulu, namun burung ini kurang di minati oleh para burung kicau mania, mungkin hal ini di karenakan karena burung ini memiliki penampilan yang kurang menarik dan tubuh nya pun lebih kecil dari burung BT.



Padahal burung ini juga mempunyai kicauan yang sangat rapat dan variatif, sehingga tak jarang burung ini sering di jadikan buat masteran burung kenari. Bahkan para pecinta burung Sanger di berbagai negara menyatakan bahwa burung ini mempunyai suara kicauan dengan kualitas paling melodius daripada jenis burung Finch yang lainnya.



Untuk perawatan burung terbilang cukup mudah, layaknya merawat burung kenari, burung Sanger juga sama seperti burung Finch lainnya yaitu memakan biji-bijian, anda juga bisa memberinya dengan sayur-sayuran seperti sawi kangkung dan lain-lain, dan juga bisa di berikan telur sebagai menu tambahannya.


Membedakan burung jantan dan betina:

Untuk membedakan jenkel (jenis kelamin) dari burung ini bukanlah perkara yang mudah, karena burung ini termasuk burung jenis monomorfik yaitu burung yang mempunyai fisik nyaris sama antara jantan dan betina.


Namun anda dapat dengan mudah untuk membedakannya setelah dewasa, yaitu dengan mendengarkan kicauannya, untuk yang jantan memiliki kicauan yang variatif, sedangkan yang betina hanya monoton seperti nada call. atau anda bisa melihat bagian vent nya untuk memastikannya seperti pada Cara membedakan jenkel burung kenari.

Nih video burung Sanger yang gacor mantaps..


Senin, 24 November 2014

Musim hujan burung jadi gampang sakit, berikut tips nya

Sekarang ini telah memasuki musim hujan, jika hujan mulai turun terus-menerus setiap hari, temperatur udara akan menjadi dingin, lembab karena tak ada sinar terik matahari yang menghangatkan bumi ini.


Hal ini sangat perlu di waspadai oleh sobat Burung kicau, karena perubahan cuaca seperti ini dapat mempengaruhi kesehatan burung kesayangan kita, menjadikan burung kurang fit, performanya menurun, macet bunyi, atau bahkan burung akan sakit. Apalagi untuk jenis burung yang tidak kuat terhadap cuaca dingin.


Hal-hal yang perlu di lakukan saat musim hujan adalah:

  • Menjaga kebersihan sangkar burung.
    Hawa dingin dan lembab akan memancing tumbuhnya jamur, bakteri dan virus. Terutama pada kotoran burung, untuk itu rajin-rajinlah sobat untuk membersihkan sangkar dan tempat pakan minum burung kesayanganmu, bila perlu semprotkan anti bakteri / disinfektan pada sangkar burung.

  • Jangan mandikan burung sementara waktu.
    Jika hujan berkepanjangan dan cuaca terlalu dingin, sebaiknya jangan paksakan burung untuk mandi, karena hal ini bisa menyebabkan burung sakit.

  • Jemur burung selagi ada panas matahari.
    Pada umumnya di musim hujan adalah burung kekurangan Dede (berjemur), yang akibatnya burung akan kekurangan asupan energy dan sistem kekebalan tubuhnya akan  menurun sehingga rentan untuk sakit, untuk itu, begitu ada terik matahari segeralah untuk menjemur burung secukupnya.

  • Tingkatkan porsi pakan Ef (Eftra fooding).
    Tambahlah porsi jangkrik 1-4 ekor, tergantung karakter burungnya dan juga berikan ulat hongkong secukupnya saja, ulat hongkong ini bersifat panas, jadi bisa untuk menghangatkan tubuh burung. Asalkan pemberiannya jangan lebay, karena terlalu banyak juga tidak baik untuk kesehatan.

  • Mengerodong burung.
    Kerodonglah momongan anda jika cuaca terlalu dingin, apalagi untuk malam hari. Karena kerodong akan melindungi burung anda dari angin atau udara yang dingin.

Kamis, 20 November 2014

Burung Mantenan / Sepah jantan dan betina, Mantab juga buat masteran

Burung sepah atau yang biasa orang jawa sebut dengan sebutan burung Mantenan ini adalah jenis burung dari family Campepaghidae dan dari genus Pericrocotus. Spesies ini termasuk jenis burung yang memakan serangga seperti ulat, laba-laba, kumbang, larva dan lain-lain, namun ada juga sebagian yang juga memakan buah-buahan.


Jika sobat Burung kicau sedang mencari burung untuk masteran ataupun sebagai peliharaan / klangenan di rumah, Burung Mantenan ini sangat cocok di jadikan pilihan, selain harganya terjangkau, warna fisik yang mempesona, suaranya pun nyaring dan ber speed.


Habitat dari burung ini adalah di hutan primer maupun sekunder, hutan mangrove, lahan perkebunan dan lain-lain. Burung ini mempunyai ras yang banyak sekali dan tersebar di  Asia tenggara, India, Himalaya, China, Indonesia dan lain-lain.


Macam-macam jenis burung mantenan terdiri dari:


1. Burung Sepah Kecil (Pericrocotous Cinnamomeus).
Pericrocotous Cinnamomeus

2. Burung Sepah Padang (Pericrocotous Divaricatus).
Pericrocotous Divaricatus

3. Burung Sepah Gunung (Pericrocotous Miniatus).
Pericrocotous Miniatus

4. Burung Sepah Tulin (Pericrocotous Igneus).
Pericrocotous Igneus

5. Burung Sepah Dagu kelabu (Pericrocotous Solaris).
Pericrocotous Solaris

6. Burung Sepah Hutan (Pericrocotous Flammeus).
Pericrocotous Flammeus


7. Burung Sepah Hutan Himalaya (Pericrocotous Flammeus Speciosus).

Pericrocotous Flammeus Speciosus
Dari semua jenis burung Sepah ini, jantan dan betina sama-sama dapat mengeluarkan kicauan, untuk jantan karakter suaranya lebih variatif sedangkan yang betina karakternya monoton dan lebih rapat (ngepik).

Untuk kualitas suara kicauannya, menurut kami adalah burung Sepah hutan yang dari Himalaya, karena suara dari burung yang jenis himalaya mempunyai volume yang lebih kencang dengan speed yang lebih rapat, dibangkan yang biasa.. tapi itu semua tergantung pada selera sobat masing-masing..

sedangkan perbedaan fisiknya adalah warna merah pada burung himalaya lebih tegas sedangkan yang biasa warnanya lebih muda (orange).

Dan inilah video burung Mantenan Sepah hutan Jantan di sambung betina...



Senin, 10 November 2014

Burung Pelatuk, burung yang unik dan masteran dahsyat

Burung Pelatuk adalah burung yang unik dan kian langka, sesuai dengan julukannya "Wood pecker" karena kebiasaannya yang suka mematuk pohon ataupun kayu dan hebatnya lagi dia mampu mematuk dengan sangat cepat seperti membenturkan kepalanya sebanyak 20 kali /detik.


Ternyata kebiasaan mematuk nya itu adalah untuk menunjukkan daerah kekuasaannya kepada para burung pelatuk yang lain dengan sinyal yang di hasilkan oleh patukannya itu, selain itu burung dari keluarga Picidae ini melakukannya untuk mencari makan seperti serangga atau larva yang ada di balik kulit pohon, dia juga mempunyai lidah yang panjang dan dapat di julurkan keluar sehingga mampu untuk menangkap makanannya dengan lebih mudah.


Paruhnya yang kuat itu juga di pakai untuk membuat sarangnya di pohon, yaitu dengan membuat lubang yang dalamnya bisa mencapai sekitar 45 cm, sehingga sarang telurnya aman dan tidak di ketahui oleh pemangsa.


Setidaknya di seluruh dunia ada sekitar 218 spesies dari burung ini, mereka memiliki kaki yang berbeda dari burung-burung pada umumnya, jika burung yang sering kita lihat memiliki 3 jari di depan dan 1 jari di belakang, burung Pelatuk ini mempunyai jenis kaki Zigodaktil yaitu 2 jari di depan dan 2 jari di belakang yang kuat, sehingga dengan jari seperti itulah burung ini mampu merambat pada pohon atau permukaan secara vertikal.



Uniknya lagi, burung ini mempunyai kicauan yang sangat bagus untuk masteran, yaitu cerecetan yang tajam, rapat dan panjang, seperti tembakan burung cililin..

Nii dia.. salah satu video jenis burung Pelatuk bawang yang gacor..


Jumat, 07 November 2014

Cara mengatasi burung yang suka salto

Jika orang awam melihat burung yang sedang berjumpalitan ataupun salto rasanya terlihat seperti terkagum karena burungnya bisa beratraksi. Akan tetapi lain halnya dengan para pecinta Burung kicau.

Kebiasaan burung yang suka berjumpalitan ataupun salto ini merupakan pemandangan yang menjengkelkan bagi sobat Burung kicau, bahkan banyak yang enggan untuk memelihara burung yang mempunyai kebiasaan buruk itu, karena di khawatir kan burung itu menularkan kebiasaan buruknya itu kepada burung yang lainnya.

Alasannya adalah burung yang salto itu dapat mengurangi nilai pada saat lomba burung berkicau, dan juga burung yang salto itu akan terlihat lebih sering beratraksi (salto) dari pada mengeluarkan suara kicauannya.

Adapun burung yang berkebiasaan salto ini di karenakan beberapa hal yaitu karena memang sudah menjadi kebiasaannya,bisa juga karena burung stres ataupun mentalnya down dan karena adanya penyakit ataupun kelainan. Dan biasanya burung yang sering berperilaku seperti ini adalah burung Pentet, Ciblek, Pleci, Kacer dan lain-lain.

Lalu bagaimana cara mengatasinya???

Mengatasi burung seperti ini bukanlah perkara yang mudah, mungkin sama halnya mengatasi pecandu rokok, jadi semua tergantung pada burung itu sendiri dan usaha dan kesabaran anda...

Cara yang bisa di lakukan adalah dengan membuat si burung jera, sehingga tidak akan melakukannya lagi. 

Berikut ada beberapa tips dan cara untuk mengatasi burung yang sering salto:

  • Dengan memasang tali pada sangkar burung secara horisontal, sehingga tidak ada ruang bagi burung untuk beratraksi salto. 
    1. Pasanglah tali di atas tangkringan sisi kanan dan kiri (sesuaikan dengan ruang gerak salto burung)
    2. Gunakanlah tali yang berbahan lentur seperti karet ban yang telah di potong, karet pentil dan lain-lain, hal ini agar si burung tidak sakit jika tersangkut tali.
    3. Atau lihat seperti gambar..

  • Memandikan burung dengan cara menyemprot dari sisi arah atas dengan menggunakan air es / air dingin.
  • Mandikan burung pada waktu malam hari, setelah itu bisa di angin-anginkan di luar selama 1-2 jam.
  • Kurangi Ef(extra fooding) nya.